RADAR JOGJA – Pemerintah memberikan sinyal hijau kepada umat muslim yang tinggal di zona aman Covid-19. Masyarakat dipersilakan melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah di masjid maupun lapangan.

Informasi tersebut disambut hangat masyarakat. Terbukti aampai dengan saat ini tercatat sudah ada 1.230 titik yang akan melaksanakan salat Idul Fitri pada 1 Syawal yang diperkirakan jatuh pada Kamis (13/5).

“Diharapkan dalam pelaksanaan, para jamaah tetap menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Arif Gunadi.

Dia menjelaskan, data sebaran lokasi salat Idul Fitri diperoleh dari petugas lapangan. Titik salat sunah muakad itu lokasinya ada di masjid dan lapangan. Karena masih di tengah pandemi, penyelenggaraan salat harus sesuai dengan aturan. “Acuan penyelenggaraan Salat Idul Fitri tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No.04/2021,” ungkapnya.

Surat edaran menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan agar tidak menjadi sumber penyebaran virus korona. Pelaksanaan harus ada jaga jarak dengan jamaah sebanyak 50 persen dar kapasitas normal. “Harus ada akses keluar masuk sehingga memudahkan dalam pengawasan dan tak memicu terjadinya kerumunan,” ucapnya.

Menurutnya, lokasi salat juga harus steril dengan adanya penyemprotan disinfektan. Upaya pengawasan melibatkan Satgas Covid-19 maupun dari Satpol PP dan TIN-Polri. Kemenag sendiri menyiapkan 160 tenaga penyuluh untuk membantu sosialisasi dan pengawasan. “Kalau terjadi kerumunan dan tidak bisa dikendalikan, Salat Id bisa dibubarkan, ” ucapnya.

Namun demikian sebelum pembubaran harus ada upaya-upaya persuasif dari petugas sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman di masyarakat. Harus terus dingatkan agar menaati protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sesuai dengan data terbaru peta zonasi RT, dua RT dilarang menyelenggarakan salat Id karena masuk zona oranye Covid-19.
“Tidak ada zona merah, tapi yang oranye ada dua RT. Sedangkan lainnya, 6.777 RT masuk zona hijau dan 75 RT masuk zona kuning,” kata Dewi Irawarty. (gun)

Gunungkidul