RADAR JOGJA – Pemkab Gunungkidul memutuskan tidak akan menutup destinasi wisata saat libur Lebaran. Tempat piknik diperbolehkan beroperasi asalkan wilayahnya masuk dalam zona hijua atau tidak ada kasus Covid-19.
“Tidak ada rencana menutup kawasan wisata saat libur Lebaran. Yang jelas saat zonanya masih hijau wisata boleh buka, tapi kalau zonanya masuk oranye maka harus ditutup,” kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta kemarin (6/6).

Disinggung mengenai larangan mudik, pihaknya mengamini anjuran pemerintah pusat. Sunaryanta meminta kepada warga perantau agar bersabar. Upaya memperkuat tali silahturahmi saat Lebaran tidak harus bertemu secara langsung. “Karena bisa memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga semuanya bisa aman dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, meski objek wisata dibuka, operasional destinasi wisata tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. “Pemkab sudah menetapkan pembukaan berdasarkan peta zonasi kerawanan Covid-19,” katanya.
Mengacu pada pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, rencanannya peta zonasi dilakukan update secara berkala. Kepada seluruh masyarakat maupun pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Cara ini dinilai paling efektif untuk memutus mata rantai persebaran virus korona. Semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Dispar Hary Sukomono mengaku telah menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan libur Lebaran. Salah satu materinya adalah pengetatan prokes area wisata.

“Pengamanan libur Lebaran rencananya melibatkan 359 personel. Terdiri dari unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, anggota SAR Satlinmas, Pol PP hingga pegawai dinas pariwisata,” kata Hary.

Disinggung mengenai aturan main pengunjung selama pandemi Covid-19, dikatakan hingga sekarang belum ada intruksi lebih lanjut dari pimpinan. Termasuk wajib tidaknya wisatawan menunjukkan dokumen hasil negatif rapid test antigen. (gun/laz)

Gunungkidul