RADAR JOGJA –¬† Ribuan siswa di Gunungkidul telah selesai mengikuti Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Namun di antaranya mengikuti ujian susulan, karena saat pelaksaan minggu lalu ada kendala.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengatakan, pelaksanaan ASPD tingkat SMP dilaksanakan serentak di DIJ pada 5-8 April. Total pesertanya 7.862 anak.
Namun sebanyak 78 siswa SMP terpaksa mengikuti ASPD susulan. “Rencananya tes diselenggarakan selama dua hari mulai 15-16 April mendatang,” kata Kisworo saat dihubungi kemarin (11/4).
Dia menjelaskan, penyelenggaraan ASPD tidak sepenuhnya berjalan lancar karena ada beberapa kendala. Mulai dari persoalan listrik padam hingga server tidak dapat berfungsi dengan baik.
Di SMP N 2 Tanjungsari ada kendala mati listrik. Sementara di SMP Muhammadiyah Saptosarti server bermasalah. Akibatnya, sebanyak 63 siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari tidak bisa mengerjakan soal-soal. Kemudian kejadian serupa dialami siswa SMP Muhammadiyah Saptosari. Sebanyak 14 siswa tak bisa mengerjakan soal akibat server bermasalah.
Kemudian ada juga seorang siswa yang terpaksa mengikuti ujian susulan karena yang bersangkutan sakit. “Total ada 78 siswa diagendakan mengikuti tes susulan,” ujarnya.
Sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh Pemprov DIJ, rencananya tes susulan dilaksanakan pada 15-16 April 2021. Tes disesuaikan dengan mata pelajaran yang belum dikerjakan oleh para siswa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Eddy Praptono berharap hasil ASPD bisa maksimal. Dengan demikian siswa  dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Hasil ASPD tidakberpengaruh terhadap kelulusan siswa karena sudah ada indikator penentu kelulusan.”ASPD merupakan tes pengganti UN, kata Eddy Praptono.
Tujuannya untuk pemetaan mutu pendidikan di wilayah Provinsi DIJ. Penentuan akan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan No.1/2021. Ada tiga indikator yang menjadi penentu kelulusan. Pertama, para siswa harus menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi korona yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.
“Indikator lainnya, siswa memperoleh nilai sikap atau prilaku baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan,” ucapnya. (gun/pra)
Gunungkidul