RADAR JOGJA – Seorang pemuda bernama Yudistira Jordan Satriaji,20, warga Kranon, Kepek, Wonosari menjadi korban penganiayaan. Babak belur dipukuli. Pelakunya mengaku anggota Brigade Mobil (Brimob).

Menurut keterangan korban, peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (5/4) malam sekitar pukul 23.00. Sebelum kejadian bersama ketiga teman sedang asyik nongkrong di dekat pertigaan lampu traffic light Kranon. Tak lama berselang muncul kendaraan roda dua.“Saat berkendara pelaku bersama temannya berteriak – teriak,” kata Yudistira saat menemui  media Selasa (6/4).

Karena dinilai mengganggu ketertiban umum, korban bersama rekannya mengejar pelaku untuk menanyakan maksud teriakannya. Setelah berhenti di depan Toko Bintang Jalan KH Agus Salim, pelaku berhenti. Secara mengejutkan, korban tiba-tiba dipepet.“Kepiye opo ra trimo, aku brimob (bagaimana apa tidak terima saya brimob),” ucapnya menirukan ucapan pelaku.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku dan temannya pergi meninggalkan korban yang dalam kondisi berdarah. Peristiwa tersebut kemudian diberitahukan kepada sang ayah lalu berlanjut ke visum dokter.“Usai dipukuli telinga saya mengeluarkan darah. Saya visum di RSUD Wonosari dan melakukan pengobatan hingga mendapatkan sejumlah jahitan,” ungkapnya.

Sementara itu, ayah korban Setyo Budiarjo berinisiatif membawa kasus ke jalur hukum ke Polres Gunungkidul. Namun sesampainya di Polres pada pukul 00.00 hingga pukul 04.00 anaknya tidak dimintai keterangan oleh polisi.“Saat itu pelaku juga diperiksa masuk ke dalam ruangan. Tapi ketika bertemu saya, dia (pelaku) hanya diam saja. Kakaknya yang informasinya juga anggota polisi sempat mengajak permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Setyo.

Dia bersikukuh merampungkan perkara penganiayaan ke meja hijau. Harapannya pelaku penganiayaan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian kasus serupa tidak terulang dikemudian hari. “Saya dapat informasi pelaku berinisial F warga Paliyan,” bebernya.

Terpisah Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setyawan ketika dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai perkara yang dimaksud. “Akan saya cek dulu,” kata Agus Setyawan. (gun/pra)

Gunungkidul