RADAR JOGJA – Sejumlah lembaga pendidikan di Gunungkidul mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Pembelajaran tatap muka konsultatif diawali pelajar kelas VI SD dan kelas IX SMP.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Kiswara mengatakan, mulai minggu ini sekolah diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka konsultatif.
“Kendati demikian belum semua sekolah melaksanakannya. Kemungkinan (pihak sekolah) masih melakukan sosialisasi terhadap pelajar maupun wali,” kata Kiswara saat dihubungi Rabu (23/3).

Dia menjelaskan, pemberian izin sekolah tatap muka bisa dilakukan asalkan mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 kapanewon setempat. Hal ini sesuai edaran (SE) Disdikpora Gunungkidul, sekolah wajib memiliki rekomendasi Satgas untuk tatap muka konsultatif. “Akibatnya pelaksanaan (tatap muka) di lapangan tidak bisa dilakukan secara serentak,” ujarnya.

Menurutnya, dengan munculnya SE tersebut Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) tahun 2020/2021 pengganti ujian nasional dilaksanakan secara tatap muka. Seperti diketahui, ASPD menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) sesuai kebijakan pusat.

“Guna memastikan kesiapan pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu pak bupati dan jajaran melakukan pengecekan ke sejumlah sekolah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Mulo, Wonosari, Wiji Utomo mengaku sudah memulai kegiatan belajar tatap muka konsultasi. Sejauh ini hanya murid kelas VI, sementara kelas lainnya masih belajar secara daring atau dalam jaringan internet.

“Total ada 25 Murid kelas VI. Dalam pembelajaran dibagi menjadi tiga ruang. Satu kelas diisi 6 sampai 7 pelajar,” kata Wiji Utomo.
Untuk durasi KBM dalam sehari maksimal dibatasi selama dua jam. Setiap kelas terdiri dari tiga bidang studi. Berdasarkan evaluasi, tidak ada kendala berarti.
“Proses belajar mengajar sesuai dengan standar penerapan prokes (protokol kesehatan),” ucangpnya.

Dibagian lain, SMP N 2 Wonosari belum melaksanakan tatap muka konsultatif. Proses KBM masih dilakukan secara daring karena menunggu rekomendasi dari satgas kapanewon. Pihaknya memastikan telah mengajukan izin ke satgas.
“Kalau nanti sudah dipastikan siap, izin baru diberikan,” kata Kepala SMP N 2 Wonosari, Purwanto. (gun/bah)

Gunungkidul