RADAR JOGJA – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Gunungkidul membekuk seorang mucikari,QF,23 yang menawarkan jasa secara online. Pengungkapan kasus prostitusi melalui media sosial (medsos) merupakan kali pertama di kabupaten berjuluk Handayani tersebut.

Tersangka merupakan pria asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sedangkan para permpuan yang ditawarkan jasanya merupakan warga asal Gunungkidul.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji mengatakan, kasus prostitusi online ditawarkan melalui media sosial Facebook. Tim Cyber Polres Gunungkidul mulai mengendus aksi pelaku pada 4 Maret lalu.
“Petugas menyelidiki munculnya iklan penawaran jasa layanan hubungan intim di medsos,” kata Ibnu dalam keterangannya Selasa (16/3).

Anggota melakukan penyamaran dengan berpura-pura melakukan transaksi. Kemudian, pelaku mengirimkan foto-foto perempuan. Setelah sepakat, diatur pertemuan di losmen wilayah Kapanewon Playen. “Dari sinilah awal mula kasus prostitusi online terbongkar,” ujarnya.

Kepada petugas, pelaku mengungkapkan memasok tarif Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu. Harga tersebut sudah termasuk kos atau losmen. Namun bila transaksi dilakukan di hotel, pelanggannya harus membayar tambahan Rp 100 ribu.

Modus prostitusi online berawal dari perkenalan, bertukar nomor kontak, lantas membuat kesepakatan waktu pertemuan. Transaksi dilakukan setelah bertemu dan layanan dilakukan.

Sementara itu sejumlah barang bukti yang disita berupa uang senilai Rp 320 ribu hasil transaksi, dua unit ponsel dan sebuah sepeda motor. “Untuk empat orang perempuan, karena mereka korban tidak kami lakukan penahanan. Statusnya saksi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra mengaku baru kali ini wilayah hukumnya menangani kasus prostitusi sistem online. Tersangka, dijerat UU RI tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 296 dan 506 KUHP. Pelaku mendapat ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. “Selain itu pelaku juga terancam denda maksimal Rp 600 juta,” kata Riyan. (gun/bah)

Gunungkidul