RADAR JOGJA – Kabupaten Gunungkidul terpilih menjadi sekolah pertama yang mengawali kegiatan Sekolah Penggerak di wilayah Provinsi DIJ. Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan. Hanya, dari hasil seleksi, tidak semua yang bisa lolos

Plt Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, peserta program Sekolah Penggerak mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Total pendaftarnya sebanyak 533 sekolah. Dari jumlah itu, disetujui 150 sekolah dan ditolak enam sekolah
”Salah satu yang diuji dalam seleksi adalah kemampuan kepala sekolah baik negeri maupun swasta,” jelas Eddy Rabu (10/3).

Dikatakan, Gunungkidul dipilih untuk mengawali program Sekolah Penggerak karena dinilai telah siap. Tahap awal, dilakukan proses seleksi. Akan tetapi, pada akhirnya program sekolah penggerak akan menyentuh semua sekolah. Salah satu poin dari Sekolah Penggerak adalah digitalisasi sekolah. “Kami telah mempersiapkan sistem digitalisasi berbasis komputer,” ujarnya.

Sementara itu, kabid SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengatakan, tujuan Sekolah Penggerak menciptakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik.

Juga mewujudkan profil pelajar Pancasila dengan fokus kepada kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta non-kognitif (karakter) yang diawali dengan peningkatan pada kapasitas guru, kepala sekolah, dan pengawas. “Manfaat Sekolah Penggerak ini cukup banyak,” kata Kisworo.

Bagi satuan pendidikan, manfaatnya meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran. Meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, pendampingan intensif untuk transformasi satuan pendidikan. Kemudian memperoleh tambahan anggaran pembelian buku bagi pembelajaran kompetensi holistik dan kesempatan menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain. “,” ungkapnya. (gun/bah)

Gunungkidul