RADAR JOGJA – Sedang di Gunungkidul, Bupati Sunaryanta menegaskan tidak akan menerima gaji pertamanya sebagai bupati. Dia menjanjikan akan mentraktir tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemkab Gunungkidul dengan gaji pertamnya.

Hal itu disampaikannya usai serah terima jabatan (sertijab) di ruang rapat gedung DPRD Gunungkidul kemarin (1/3). “Gaji pertama nantinya yang diterima akan digunakan untuk mengajak makan bersama para Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di lingkup Pemkab Gunungkidul,” kata Sunaryanta.

Bagaimana dengan tunjangan? Sunaryanta mengaku belum mengetahui berapa pendapatan dari tunjangan jabatan bupati. Karena itu Sunaryanta memilih menunggu kepastian dari belanja operasional.“Yang gaji pokok (tidak diterima) kalau tunjangan ya, kami lihat ada apa tidak,” terangnya.

Diakui, sebelum menjabat sebagai bupati sering memberikan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kebersamaan membantu sesame itu akan terus dilakukan jika masyarakat masih membutuhkan.“Di luar pemerintahan ya ini, kalau saya ada rezeki pasti saya akan berikan bantuan air bersih untuk warga. Karena saya kemarin membantu juga bukan karena saya mau njago bupati, itu murni bentuk kepedulian saya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Saptoyo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan Belanja Operasi Belanja gaji plus operasional bupati serta wabup sekitar Rp 764,7 juta. Kendati demikian dia tidak merinci berapa nominal gaji pokok yang akan diterima bupati dan wakil bupati.“Untuk belanja operasional bupati wakil bupati Rp 764,7 juta, belum melihat rinciannya,” kata Saptoyo. (gun/pra)

Gunungkidul