RADAR JOGJA – Pasangan pemenang pemilihan kepada daerah (Pilkada) Gunungkidul, Sunaryanta dan Heri Susanto resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul periode 2021-2024, hari ini (26/2). Kepala daerah ke-29 ini mulai berbicara konsep dan arah pembangunan.

Meski belum secara gamblang menyampaikan, namun ada priorotas utama yang akan dijalankan. Ada tiga prioritas utama yakni, memperkuat usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM), investasi dan pariwisata. “Tiga sektor ini perlu diperkuat agar masyarakat Gunungkidul bisa segera maju dan tidak tertinggal dari daerah lain,” kata Bupati Gunungkidul terpiih, Sunaryanta saat dihubungi Rabu (24/2).

SIAP JALANKAN JANJI: Bupati Gunungkidul terpilih, Sunaryanta berjanji akan meningkatkan kesejahteraan warga Gunungkidul melalui UMKM, investasi dan pariwisata.(GUNAWAN/RADAR JOGJA)

Dia menjekaskan, tiga prioritas utama tersebut bakal diwujudkan dalam konsep besar. Sebagai langkah awal, usai dilantik pihaknya segera berkoordinasi dengan beberapa kolega dan instansi terkait untuk mewujudkan visi dan misinya dalam kampanye. “Saya akan lebih banyak turun ke lapangan,” ujarnya.

Pendukung kelancaran ketugasan, pria kelahiran 09 November1970 itu memilih mobil Maung PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat. Mobil semi militer tersebut akan digunakan untuk kendaraan dinas, dan akan dibiayainya sendiri tanpa menggunakan APBD.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Arif Kuncahyo memastikan, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dilaksanakan Jumat pukul 09.00 WIB. “Rencananya prosesi ini dipimpin oleh Gubernur DIJ di Bangsal Kepatihan, Pemerintah DIJ,” kata Arif Kuncahyo.

Dia menjelaskan, masa jabatan bupati periode 2016-2021 telah berakhir pada 17 Februari 2021 lalu. Sesuai dengan instruksi dari Dirjend Otonomi Daerah, guna mengisi kekosangan jabatan maka ditunjuklah sekretaris daerah Drajad Ruswandono sebagai Pelaksana Harian Bupati. “Tugasnya (PLH) sampai adanya pelantikan bupati terpilih,” ujarnya.

Untuk diketahui, periode jabatan bupati kali ini kemungkinan besar tidak genap 5 tahun. Itu masih harus dipotong satu semester pada awal jabatan karena harus melanjutkan program kebijakan lama Bupati Badingah dan Immawan yang masih berlaku sampai September 2021 nanti. “Sebaiknya segera bekerja cepat mewujudkan janji politiknya. Masa jabatan ini pendek,” kata kader PDI Perjuangan FX Endro Tri Guntoro.

Mewakili sikap tim relawan pemenangan pengusung Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi, Endro melihat bupati dan wabup baru Gunungkidul perlu belajar banyak persoalan daerah yang memang cukup komplek. (gun/bah)

Gunungkidul