RADAR JOGJA – Kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) kembali diperpanjang hinggai dua minggu kedepan. Penanggulangan penyebaran Covid-19 juga dipersempit sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pelibatan RT/RW untuk mengetahui pemetaan zonasi peta kerawanan satu wilayah. Mulai dari zona hijau kuning hingga merah.

“Jika masuk kreteria zona hijau atau kuning diperbolehkan menggelar acara hajatan, tapi kalau masuk zona merah secara otomatis belum boleh menggelar hajatan,” kata Immawan Wahyudi saat dihubungi Selasa (9/2).

Dia berharap adanya jaga warga untuk saling menjaga agar terhindar dari penyebaran virus. Selain itu, di kalurahan nantinya juga dibangun posko desa.
Saat ini, sebutnya sudah ada kebijakan memperbolehkan acara hajatan di masyarakat. Dalam pelaksanaan ada beberapa kriteria mulai dari zonasi kerawanan hingga penerapan protokol kesehatan dalam acara tersebut.

Hanya, jelasnya, dalam pelaksanaan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik yang berstatus zona hijau maupun kuning. Penerapan protokol kesehatan di acara hajatan sudah pernah dilaksanakan.
“Sama seperti simulasi penyelenggaraan hajatan di masa pandemi. Tidak ada acara ngobrol agar tidak ada kerumunan, sedang makanannya dibawa pulang,” ujarnya.

Dia berharap, kebijakan yang telah disusun dipatuhi masyarakat sehingga penyebaran wabah bisa dihentikan. Menurutnya, protokol kesehatan menjadi kunci dan itu efektif jika dilaksanakan secara bersama-sama. Elemen masyarakat jangan sampai abai karena bisa berdampak buruk terhadap penyebaran virus korona di wilayah Bumi Handayani.

Sementaraitu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, ancaman penularan virus korona masih terjadi sehingga butuh partisipasi dari masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Semakin masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, penularan bisa ditekan. “Namun jika abai terhadap protokol kesehatan potensi penularan semakin besar,” kata Dewi Irawaty. (gun/bah)

Gunungkidul