RADAR JOGJA – Ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Gunungkidul telah divaksin Covid-19. Pada tahap pertama, menyasar 3.004 orang dan 1400 orang diantaranya telah disuntik vaksin. Tahap kedua diupayakan relawan turut divaksin.

Untuk Rabu (3/2), vaksin menyasar pegawai dari Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul. Mereka adalah pegawai dari unit transfusi darah. Pegawai ini tergolong nakes karena melayani pendonor dan pasien penerima transfusi darah. “Datanya masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul,” kata Unit Logistik PMI Gunungkidul, Slamet Riyanto.

Dia menjelaskan, gelombang pertama menyasar unit transfusi darah, sementara gelombang kedua nantinya menyusul. Pelaksanaan vaksin tahap pertama berlangsung di Klinik Pratama Kartika 0730 Gunungkidul.
“Pada gelombang kedua, para relawan PMI Gunungkidul akan disertakan dalam daftar penerima vaksin,” ujarnya.

Dia merinci, pada tahap pertama 12 pegawai unit transfusi darah menerima vaksin. Namun yang bisa hadir hanya sembilan orang, enam orang di antaranya dapat menerima suntikan dosis pertama vaksin. Sementara tiga orang lainnya memiliki tensi tinggi saat pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Klinik Pratama Kartika, Sersan Mayor TNI Sugiyanto menjelaskan tiga orang batal divaksin karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan. Mereka diketahui memiliki tensi (tekanan) darah tinggi. “Vaksin ketiga calon penerima ditunda dulu,” kata Sugiyanto.

Terpisah, soerang nakes penerima vaksin, Hesti Wulandari, 30, mengaku grogi saat hendak disuntik. Namun dia berkeyakinan fungsi vaksin ke depan sangat berdampak baik terhadap kesehatannya maupun keluarga.
“Setelah disuntikdan menunggu selama 30 menit, tidak ada efek samping, biasa saja,” kata Hesti.

Di bagian lain, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan sejauh ini sudah lebih 1.400 nakes menerima vaksin dosis pertama. Sementara ada ratusan vaksin ditunda karena tidak memenuhi persyaratan.

“Syarat vaksin yakni, belum pernah terinfeksi Covid-19, tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), serta tidak sedang hipertensi. Vaksin jenis Sinovac ini hanya diperuntukkan bagi umur 18-59 tahun,” kata Dewi Irawaty. (gun/bah)

Gunungkidul