RADAR JOGJA – Hujan deras memicu bencana. Kawasan pesisir ujung timur perbatasan Kabupaten Gunungkidul dengan Pacitan dan Wonogiri, terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan sarana fisik mengganggu aktivitas masyarakat.

Lokasi kejadian masuk wilayah Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo. Dampak bencana mulai dirasakan sejak Sabtu (30/1) malam. Letak geografis lokasi kejadian yang berada di dataran rendah memudahkan aliran air mengalir dengan cepat.

Berdasarkan data, sebanyak 51 rumah, delapan warung, satu pos Pol Air, satu masjid, dan dua kantor pelabuhan perikanan, terdampak banjir di Sadeng. Sedangkan di Songbanyu 12 rumah terdampak, termasuk gedung PAUD, SD, dan balai padukuhan. Tidak hanya itu, jembatan penghubung Kalurahan Songbanyu-Sadeng putus total.

Jembatan itu merupakan jalan utama dari Padukuhan Gabugan, Kalurahan Songbanyu, menuju ke Pantai Sadeng atau Kapanewon Girisubo. Saat ini warga mencari jalan alternatif dengan cara memutar melalui Baran, Rongkop dengan panjang perjalanan berlipat.

“Begitu pula sebaliknya, jika warga Sadeng mau ke perbatasan Jateng, Pracimantoro, maka harus lewat situ,” ungkap Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Segara saat dihubungi Radar Jogja Minggu (31/1).

Dia menyampaikan, banjir setinggi perut orang dewasa yang menerjang pemukiman nelayan Pantai Sadeng diketahui surut sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin. Saat ini pemerintah masih berkoordinasi dengan kapanewon dan BPBD Gunungkidul untuk mengkondisikan dampak bencana.

Sementara itu, Penewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan, hingga kemarin siang di Padukuhan Gabugan air belum surut. Selain bangunan, banjir juga merusak tanaman dan memicu gagal panen. Kejadian ini telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul.
“Dulu sekitar sepuluhan tahun silam, jembatan itu pernah putus juga. Sudah dibangun, tetapi ambrol lagi,” kata Arif.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya masih fokus pada penanganan pasca-bencana bersama petugas lapangan. (gun/laz)

Gunungkidul