RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 terhadap kelompok rentan di Gunungkidul segera dimulai. Selain tenaga kesehatan, sejumlah pejabat penting juga menjadi orang pertama yang menjalani penyuntikan vaksin.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis, mengatakan, proses vaksinasi korona perdana akan dilaksanakan pada Kamis (28/1). Dalam daftar sepuluh tokoh penerima vaksin, tidak ada nama bupati dan wakil bupati Gunungkidul.

“Tidak ikut divaksin karena usia sudah di atas 60 tahun. Sedangkan uji klinis dari vaksin Sinovac hanya untuk usia 18-59 tahun,” kata Abdul Azis saat dihubungi Selasa (26/1).

Adapun sepuluh tokoh yang akan ikut vaksin perdana masing-masing Sekretaris Daerah Drajad Ruswandono, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiyawan, Dandim 0730/GK Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto.

Selain itu, ada juga Kepala Dinas Kesehatan Dewi Irawaty, Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati, Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Arif Gunadi, Kepala Puskesmas Usman, Pendeta Dwi Wahyu Praetyo dan Panewu Playen Muhammad Setyawan Indriyanto.

“Kemudian 13 orang berasal dari ketua organisasi kesehatan di Gunungkidul seperti Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kiriman pertama vaksin jenis Sinovac sebanyak 5.544 dosis dari Dinas Kesehatan DIJ datang pada, Senin (25/1). Kemarin mulai didistribusikan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dengan pengawalan dari TNI-Polri. “Tahap awal vaksin baru disalurkan ke lima faskes,” ungkapnya.

Meliputi RSUD Wonosari, Puskesmas 2 Wonosari, Rumah Sakit Panti Rahayu, Puskesmas 1 Ponjong dan Puskesmas Karangmojo 1. Tahap berikutnya seluruh vaksin didistribusikan ke 30 puskesmas, dua klinik kesehatan dan tujuh rumah sakit. “Jadi, kami lebih kepada bagaimana kesiapan masing-masing penerima,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, proses vaksinasi melibatkan 80 petugas. Selama ini mereka telah menjalanu rangkaian pelatihan penyuntikan vaksin korona. “Saya juga siap untuk divaksin,” kata Dewi Iraaty. (gun/bah)

Gunungkidul