RADAR JOGJA – Setelah Kota Jogja dan Sleman, giliran tenaga kesehatan di Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul yang akan divaksin. Vaksin CoronaVac pun telah tiba di Gunungkidul.

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Diskes Gunungkidul Abdul Azis mengatakan, kiriman perdana vaksin CoronaVac berlangsung Senin (25/1). Kedatangan logistik 5.544 vaksin mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. “Kami menerima sebanyak 5.544 dosis vaksin. Sesuai data, sasaran dari vaksin ini nantinya untuk 3.004 peserta,” kata Abdul Aziz.

Dia menjelaskan, jenis vaksin CoronaVac kini berada di ruang khusus Dinkes Kabupaten Gunungkidul. Disimpan di ruang pendinginan khusus. Selanjutnya segera distribusikan ke 30 puskesmas, tujuh rumah sakit, dan dua klinik.“Sesuai prosedur ada dua kali penyuntikan vaksin dengan jeda waktu masing-masing suntikan 14 hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tahap pertama vaksinasi menyasar kelompok rentan yakni, tenaga kesehatan (nakes). Data peserta yang ada diseleksi ulang. “Apakah memenuhi persyaratan atau tidak,” kata Dewi Irawarty.

Adapun persyaratan vaksin covid, jenis Sinovac, tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), tidak ada hipertensi, bukan ibu hamil, serta belum terinfeksi korona. Selain itu, vaksin hanya diperuntukkan bagi golongan umur 18 hingga 59 tahun.“Kelompok anak dan lansia belum bisa menerima vaksin Sinovac,” ujarnya.

Sementara itu, meski mulai lebih dulu, sampai Minggu (24/1) sore, baru 4.300 dari 12.380 SDM kesehatan di Sleman mendapatkan suntikan pertama program vaksinasi tahap pertama gelombang pertama. Dari total tersebut, ditemukan laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imuniasai (KIPI) dengan taraf ringan.

Kepala Diskes Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, penerima vaksin yang mengalami KIPI jumlahnya tidak sampai seratus orang. Dengan kategori ringan dan untu sedang hingga berat tidak ditemukan. Selama ini, laporan yang diterima terkait hanya pegal di sekujur tangan, gatal atau bengkak di bekas suntikan. “Tetap dipantau penerima vaksin dan termasuk yang ada KIPI ringan,” kata Joko Senin (25/1).

Baru sepertiga SDM Kesehatan yang mendapatkan suntikan vaksin pertama, Joko mengaku hal ini disebabkan adanya perubahan strategi pemberian vaksinasi kepada SDM Kesehatan harus divaksin di fasilitas kesehatan tempatnya bekerja. Sebelumnya, penerima vaksin bisa melakukan vaksinasi dimana saja. “Karena perubahan strategi vaksinasi baru mulai hari ini. Misalnya yang SDM nakes RSUP Dr Sardjito harus vaksin di Sardjito semua, RSUD Sleman di sana semua,” bebernya.

Untuk stok vaksin yang sebelumnya sudah terlanjur di kirim ke puskesmas, saat ini Dinkes Sleman tengah melakukan redistribusi vaksin ke faskes lain yang kekurangan. Seperti pada puskesmas dari yang karyawannya hanya 40 padahal namun mendapatkan jatah 240 vaksin. “Jadi nanti sisanya kita ambil dan kita redistribusi ke faskes yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman Atikah Nurhesti meuturkan, hingga Minggu (24/1) pihaknya masih belum mendapatkan stok tambahan dari Dinkes DIJ. Untuk vaksinasi kedua SDM faskes. Dia berharap vaksin tersebut sudah didistribusikan kembali ke Dinkes Sleman sebelum 28 Januari 2021. “Mudah-mudahan sebelum 28 Januari logistik sudah sampai Sleman,” harapnya. (eno/gun/pra)

Gunungkidul