RADAR JOGJA – Selangkah lagi duet Sunaryanta-Heri Susanto menjadi bupati dan wakil ke-28 Kabupaten Gunungkidul. Peraih suara terbanyak Pilkada serentak 2020 tersebut telah ditetapkan oleh KPU menjadi pemenang dan tinggal menunggu dilantik.

Dengan ini, pasangan Sunaryanta dan Heri Susanto bakal memimpin kabupaten terluas se-Provinsi DIJ periode 2021-2024. DiusungĀ  partai koalisi Golkar dan PKB meraup suara terbanyak yakni, 155.878 suara, mengalahkan 3 calon lainnya. Untuk jadwal pelantikan, KPU Gunungkidul masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Kemendagri.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, rapat pleno penetapan bupati dan wakil berlangsung kemarin (22/1). Pelantikan rencananya dihelat pada 17 Februari 2021, disesuaikan dengan selesainya masa jabatan Bupati Badingah dan Wakil Bupati Immawan Wahyudi.”Rencanannya pelantikan kepala daerah dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Ahmadi Ruslan Hani usai rapat pleno penetapan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Jumat (22/1).

Bupati terpilih Sunaryanto mengaku sedang mengatur langkah demi langkah menyelesaikan berbagai persoalan prioritas yang perlu ditangani. Terutama masalah penanganan Covid 19.”Saya akan lihat dulu situasinya seperti apa nanti, termasuk berkomunikasi dengan perangkat daerah kabupaten,” kata Sunaryanta.

Kemudian Wakil Bupati Gunungkidul terpilih, Heri Susanto mengatakan, edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan Covid-19.”Kunci penanganan pandemi ada di sana. Saya harap dengan dukungan dan kerjasama itu, Gunungkidul bisa lebih baik lagi ke depan ,” kata Heri Susanto.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah berharap Sunaryanta dan Heri Susanto sebagai bupati terpilih dapat meneruskan perjuangan penanggulangan Covid-19. Bahkan Badingah menggaris bawahi bahwa pekerjaan rumah (PR) penanganan wabah virua korona menjadi prioritas utama diawal pemerintahan.”Saya juga berharap bupati baru dapat berkomuniksi secara baik dengan masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan karena masih kurang,” kata Badingah.

Kemudian pemulihan ekonomi hendaknya juga menjadi perhatian serius. Menurutnya pemulihan ekonomi akan banyak berdampak pada peningkatan infrastruktur. Perputaran roda perekonomian menentukan perkembangan Gunungkidul ke depan. “Nanti investor masuk juga harus sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya. (gun/pra)

Gunungkidul