RADAR JOGJA – Operasi tangkap tawon (OTT) gencar dilakukan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Hal itu seiring maraknya laporan dari masyarakat terkait keberadaan tawon Vespa Affinis.

Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmasyah menyebut sepanjang 2020, pihaknya menerima 309 aduan masyarakat terkait binatang yang cukup terkenal dengan sebutan tawon ndas tersebut. Bahkan, pada Januari ini BPBD Bantul sudah melakukan OTT sebanyak 32 kali. ”Tidak ada dampak yang signifikan ketika tersengat dilarikan ke rumah sakit,’ jelasnya Senin (18/1).

Disebutkan, OTT 2020 terhadap tawon ndas paling tinggi terjadi pada Januari. Jumlahnya mencapai 85 titik. Kemudian melandai pada Februari, dengan jumlah 55 titik. Maret kembali turun jadi 25 titik. Laporan kembali meningkat pada Desember 2020, dengan 49 titik OTT. ”OTT dilakukan oleh Damkar BPBD bersama TRC BPBD Bantul,” terangnya.

Dia mengingatkan tawon endas merupakan hewan yang agresif. Bila tersengat, dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Kasus akan lebih parah, bila yang tersengat memiliki alergi khusus

Oleh sebab itu, jelasnya, pelaksanaan OTT memiliki banyak pertimbangan. Selain menggunakan alat pelindung diri (APD), waktu OTT juga menentukan. “Aktivitas tawon kalau malam hari di rumahnya (tidak terlalu aktif, Red). Kalau siang hari lebih aktif,” jelasnya.

Disebutkan, biasanya tawon ndas menyukai lokasi yang lembab dan tinggi. Jika menemukan sarang tawon vespa, Aka mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di dekat sarang. Dan ditegaskan jangan mengganggu tawon. “Jika ada sarang tawon ndas yang besar, jangan beraktivitas terlalu dekat, apalagi mengganggunya,” tegasnya.

Tawon ndas juga terkadang membuat sarang di dalam rumah. Karenanya, Aka mengimbau masyarakat yang merasa terancam untuk menghubungi Pusdalops BPBD Bantul melalui WhatsApp di 02746462100. Pelapor, wajib menyertakan nama, alamat, share lokasi, dan foto lokasi sarang tawon. “Biasanya warga sudah disengat dulu baru laporan dan minta bantuan,” sesalnya. (fat/bah)

Gunungkidul