RADAR JOGJA – Sejumlah Kelompok masyarakat Provinsi DIJ menerima paket program prioritas nasional dari pemerintah. Pondok Pesantren Al Hikmah Karangmojo menjadi satu-satunya lembaga pendidikan berbasis agama di Gunungkidul yang menerima bantuan tersebut.

Paket bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Budidaya Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIJ, Non Prihatin Budiarti. Serah terima bantuan bibit dari Dirjen Perikanan Budiaya Kementerian Kelautan senilai Rp 60 juta kepada pengurus Ponpes Al Hikmah Sumberejo, Karangmojo berlangsung Jumat (15/1).
“Bantuan diberikan untuk mendukung embrio perikanan lele yang sudah berjalan di Ponpes Al Hikmah,” kata Non Prihatin Budiarti.

Dia menjelaskan, selama ini ponpes Al Hikmah telah memiliki embrio budidaya lele. Puluhan kolam terpal berbentuk melingkar akhir pekan lalu memasuki usia panen. Menurutnya pengembangan perikanan cukup bagus. Terlebih dengan adanya bantuan dari Dirjen Perikanan. ”Semoga bisa semakin mendorong berkembangkan usaha perikanan di pondok,” ujarnya.

Selain untuk mencukupi kebutuhan santri, jika nanti berlebih bisa untuk dijual kepada masyarakat luas. Dikatakan, Ponpes Al Hikmah satu-satunya lembaga pendidikan berbasis agama di Gunungkidul yang menerima paket bantuan prioritas nasional. ”Alhamdulillah semoga bantuan dapat membantu ditengah pendemi Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul drh Krisna Berlian mengapresiasi pengembangan perikanan lele. Pada masa pandemi Covid-19, ponpes Al Hikmah mampu mengembangkan usaha perikanan dan mendapatkan bantuan dari Dirjen Perikanan. ”Sekaligus untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan,” kata Krisna Berlian.

Terpisah, Pengurus Ponpes Al Hikmah Hanung Hisbullah Hamda mengungkapkan, ponpes memang mengembangan perikanan lele dan sudah memasuki panen. Bantuan dari Dirjen Perikanan diyakini mendorong pertumbuhan dan pengembangan perikanan lele di Ponpes Al Hikmah. ”Kami mengucapkan terimakasih atas bentuan tersebut,” kata Hanung.

Dibagian lain, Perhimpunan pengusaha pesantren Gunungkidul, KH Muhammad Khoiron berharap, program ini bisa dikembangan pesantren lain. Selain memberikan bantuan bibit kedepan perlu pendampingan, baik untuk pemasaran maupun pengolahan lele. (*/gun/bah)

Gunungkidul