RADAR JOGJA – Seorang warga Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo berinisial A, harus berurusan dengan aprat kepolisian. Pelaku tertangkap tangan kedapatan mencetak uang palsu (upal).
Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto mengatakan, pencetakan upal dilakukan di rumah kos yang berada di Candirejo, Semin. Pengungkapan kasus menindaklanjuti laporan masyarakat. Tetangga merasa curiga dengan prilaku aneh penghuni kos. Jarang berinteraksi, namun setiap malam terdengar duara mesin printer.

“Warga kemudian berinisiatif melakukan pemantauan, dan mengetahui ada tumpukan uang warna merah pecahan seratus ribu,” kata Arif Heriyanto saat dihubungi kemarin (14/1).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus upal terjadi pada Selasa (12/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima laporan langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP). Benar saja di dalam rumah pelaku ditemukan barang bukti puluhan lembar uang palsu. “Total ada 40 lembar uang palsu,” ujarnya.
Hanya, ketika petugas datang, rumah dalam kondisi kosong. Untuk bisa menangkap, petugas harus menunggu pelaku pulang terlebih dahulu untuk kemudian digelandang ke Mapolsek Semin.

Dari pemeriksaan pelaku mengaku belajar membuat upal dari Youtube. Pelaku berdalih, upal akan diberikan kepada seseorang yang mengaku Erwin, warga kelahiran Padang, yang tinggal di Klaten. Pelaku ingin balas dendam karena sebelumnya pernah ditipu dengan kedok penggandaan uang. “Namun demikian motif pembuatan upal masih terus kami dalami,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka disangkakan Pasal 26 ayat (1) (2) UURI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Yo pasal 244 ayat (1) KUHP. ”Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tergasnya.

Sementara itu, tersangka A berdalih nekat mencetak upal untuk balas dendam kepada seseorang yang menipunya di Klaten dengan modus penggandaan uang. Menurutnya tidak ada motif lain namun terlanjur ditangkap polisi. “Tidak diedarkan,” kilah pelaku ketika ditanya apakah upal sudah diedarkan ke masyarakat.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengungkapkan pentingnya kewaspadaan masyarakat menyangkut peredaran upal. Untuk menekan peredaran upal, pihaknya melakukan pemantauan di obyek vital.
“Seperti pasar tradisional, pasar hewan Siyono Harjo Desa Logandeng Kecamatan Playen, dan Pasar Munggi Kecamatan Semanu serta sejumlah pasar tradisional lain,” kata Suryanto.

Dalam upaya mengatasai beredaranya upal maka pihak polisi juga berharap pada masyarakat termasuk para pedagang untuk lebih teliti menerima uang setiap pembeli. Jika curiga dengan uang yang diterima, secepatnya melaporkan kepada petugas. (gun/bah)

Gunungkidul