RADAR JOGJA – Memasuki masa pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), tìm gabungan melakukan sterilisasi desinfektan di tempat-tempat umum. Kegiatan tersebut berlangsung hingga dua pekan ke depan.

Komandan Kodim (Dandim) 0730/GK Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto mengatakan, PTKM berlangsung sejak 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. “Hari pertama melakukan sterilisasi tempat-tempat umum,” kata Noppy Laksana Armyanto Senin (11/1).

Dia menjelaskan, penyemprotan desinfektan melibatkan 70 personil. Sasaran pengasapan desinfektan ke wilayah perkantoran purbosari . Mulai dari rumah dinas bupati dan wakil bupati, DPRD, dinkes, BRI, GKJ, Masjid Ummu Faisal. Selain itu juga ke Kepasar Argosari Wonosari arah Kantor Polres, Kejaksaan lalu kearah Lapas , Disdikpora, Gedung Kesenian. “Selama sterilisasi petugas juga memberikan imbauan tentang protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengungkapkan, ada sejumlah indikator yang membuat wilayah ini masuk dalam pembatasan. Salah satunya karena rasio kesembuhan hingga ketersediaan tempat tidur RS di Gunungkidul tidak mencapai syarat minimal. “Berdasarkan data angka kesembuhan Covid-19 Gunungkidul per 10 Januari ini (kemarin) mencapai 69,54 persen,” kata Immawan.

Sedangkan kapasitas RS per 8 Januari sudah melampaui 90 persen. Kemudian tingkat kesembuhan secara nasional berada di kisaran 80 persen. Sedangkan ketersediaan tempat tidur RS untuk isolasi disyaratkan minimal 70 persen. “Perkembangan kasus COVID saat ini kian meningkat, sedangkan fasilitas juga terbatas,” ujarnya.

Tak hanya masalah kapasitas, RS rujukan pun menipis. Immawan menyebut angka kasus meninggal dunia juga ikut meningkat. Salah satunya pernah dilaporkan ada dua kasus meninggal dunia dalam sehari. Oleh sebab itu warga diminta mematuhi PSTKM. “Jika tidak ada kepentingan mendesak, saya mohon masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah,” tegasnya. (gun/bah)

Gunungkidul