RADAR JOGJA – Penyaluran bansos sembako di sejumlah wilayah Gunungkidul bermasalah. Masih ada agen penyalur bansos yang tidak melaksanakan fungsinya dengan baik sehingga merugikan KPM.

Seperti contoh kasus di Kapanewon Rongkop. Ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluh karena dibuat bingung oleh agen penyalur bantuan sosial (bansos). Seorang warga Rongkop, Defie mengatakan, Senin (11/1) didatangi salah satu kader pengurus bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Mengantar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan memberikan informasi bansos sembako tidak keluar. Anehnya saldo Rp 200 ribu di rekening bansos milik keluarganya berkurang tapi sembako tidak ada. “Ketika kami cek, kok ada tanda bukti penarikan 200 ribu,” kata Dhefie Senin (11/1).

Dia mengungkapkan, selama ini bersama dengan KPM satu kampung menyerahkan kartu KKS ke agen penyalur sembako. Nanti setelah ada saldo masuk akan diberi tahu sekaligus pencairan secara bersama-sama. “Kartunya itu saya tinggal sekitar empat harian di sana (agen),” ucapnya.

Pihaknya lantas berinisiatif mendatangi agen penyalur untuk melakukan konfirmasi. Namun mendapat keterangan sepihak, bahwa ada pengurangan penerima KPM. Saat ditanyakan mengenai adanya penarikan saldo sebesar Rp 200 ribu, agen berubah pikiran.“Intinya keteledoran dan salah paham. Saya juga tidak tahu pasti niatan agen bagaimana yang penting sembako sudah bisa kami ambil,” ungkapnya.

Sementara di Kapanewon Patuk persoalannya kurang lebih sama. Berniat cek saldo namun agen penyalur tidak mau melayani. Alasannya, selama ini tidak membelanjakan uang bantuan pemerintah tersebut ke warungnya. “Ya sudah saya balik kanan,” kata warga Kapanewon Patuk Teguh.

Ketika dikonfirmasi, Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengaku belum menerima laporan terkait dengan kasus tersebut. Informasi yang ada membutuhkan kroscek ulang agar tidak hanya muncul dari satu pihak.“Prinsipnya agen bisa melayani penarikan tunai atau sembako. Agen juga tidak boleh atau dilarang keras membawa KKS KPM,” kata Herjun.

Lebih jauh dikatakan, selama ini agen penyalur sudah mendapatkan haknya. Mulai dari pelayanan sembako sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan memperoleh fee sebesar Rp 1.000 setiap gesek KKS tidak mengurangi saldo KPM. “Kalau ada pelangaran diagen bisa dicabut keagenenannya,” tegasnya. (gun/pra)

Gunungkidul