RADAR JOGJA – KPU Gunungkidul memastikan penetapan kepala daerah dan wakil terpilih hasil Pilkada Gunungkidul 2020 menunggu keputusan MK. Penetapan calon terpilih diatur pada PKPU 5/2020 Tentang Tahapan, Program serta Jadwal Pilkada 2020.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunungkidul, Andang Nugroho menjelaskan, sebelum menetapkan calon terpilih ada satu tahapan yang harus dilalui yaitu menunggu pengumuman dari MK terkait hasil Pilkada. Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) kemungkinan baru disampaikan MK secara serentak pada 18-19 Januari. “Di tingkat pusat saat ini sedang berproses melengkapi berkas gugatan dan sebagainya dari daerah lain yang melaksanakan Pilkada. Prosesnya tertunda dengan adanya libur akhir tahun,” ujarnya kemarin.

Meski demikian Andang memastikan di Gunungkidul tidak ada gugatan yang diajukan oleh paslon peserta Pilkada. Informasi dari KPU RI tidak ada gugatan yang masuk di wilayah DIJ, termasuk Gunungkidul.”Berdasarkan aturan, penetapan paslon terpilih bisa dilakukan maksimal lima hari sejak pengumuman MK terbit. Namun KPU Gunungkidul mengupayakan penetapan dilakukan lebih cepat” ucapnya.

Pihaknya  mengupayakan dalam waktu tiga hari sejak BRPK diterima akan disampaikan Surat Keputusan (SK) penetapan. Untuk diketahui berdasarkan hasil rekapitulasi suara pada 15 Desember 2020, Pilkada Gunungkidul dimenangkan paslon Sunaryanta dan Heri Susanto. Keduanya berhasil meraup 33,14 persen dari keseluruhan suara sah.

Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pilkada Gunungkidul 2020 mulai ancang-ancang menerima estafet kepemimpinan. Saat ini keduanya sedang merumuskan program 100 hari kerja di awal pemerintahan. Bupati terpilih Sunaryanta mengatakan, program 100 hari kerja pemerintahan akan dirumuskan dua minggu sebelum pelantikan. Diawali pertemuan bersama dengan Bupati Badingah dan Wakil Immawan Wahyudi. Seperti diketahui, masa tugas kepala daerah lama berakhir Februari 2021. “Program 100 hari kerja mengambil skala prioritas,” kata Sunaryanta. (gun/pra)

Gunungkidul