RADAR JOGJA – Selama 2020, produksi perikanan di Kulonprogo mengalami peningkatan sebesar 2.255 ton. Sehingga capaian di sektor tersebut melebihi target yang sudah ditentukan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo Sudarna menyampaikan, pada 2020 kemarin total produksi perikanan di Kulonprogo disebut mencapai 18,792 ton. Dimana jumlah tersebut melebihi target sebesar 16.537 ton.
Sudarna merinci, dari jumlah tersebut untuk produksi ikan budidaya tercapai sebanyak 16.666 ton melebihi target sebesar 14.387 ton. Kemudian perikanan tangkap tercapai 2.216 ton, kurang dari target sebesar 2.150 ton.

Dia melanjutkan, adanya peningkatan produksi perikanan ini menjadi salah satu indikator baiknya budidaya ikan di Kulonprogo. Harapannya, hal tersebut akan berdampak pada tercukupinya ikan bagi kebutuhan masyarakat.”Untuk produksi perikanan tangkap memang masih dibawah target. Namun jika ditambah dengan perikanan budidaya maka sudah melebih target,” ujar Sudarna saat dikonfirmasi Senin (4/1).

Meskipun demikian, pada tahun lalu sektor perikanan sempat mengalami prahara. Dikarenakan pandemi Covid-19, para petani ikan sempat menahan penjualannya karena tidak laku. Sehingga ikan yang seharusnya masuk usia panen harus ditunda terlebih dahulu.

Pada awal masa pandemi pun untuk pasar perikanan juga mengalami penurunan harga yang signifikan. “Namun, setelah April sampai sekarang sudah mulai normal kembali. Dan tidak ada masalah hingga akhir tahun,” terang Sudarna.

Pada 2021 ini, lanjut Sudarna, target produksi perikanan akan kembali ditingkatkan menjadi 17.154 ton. Jumlah itu terbagi menjadi dua kategori, yakni perikanan budidaya sebesar 14.854 ton dan perikanan tangkap 2.300 ton. “Ada kenaikan kurang lebih lima ratusan ton dari tahun lalu,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Leo Handoko mengungkapkan bahwa produksi perikanan di Bumi Menoreh masih di dominasi ikan lele. Namun faktanya konsumsi ikan lele di masyarakat terbilang masih rendah. “Sehingga sebagian besar lele produksi Kulon Progo dijual ke luar daerah,” ujar Leo. (inu/pra)

Gunungkidul