RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 memicu penurunan angka kriminalitas di Gunungkidul. Hal ini terlihat dari analisa dan evaluasi (anev) Polres Gunungkidul selama kurun waktu 2020.

Kabag Ops Polres Gunungkidul, Komisaris Polisi (Kompol) Sunarto mengatakan, sepanjang 2020 ada 187 kasus kriminalitas. Terjadi penurunan kasus signifikan dibanding dengan kejadian 2019.“Berdasarkan data terdapat penurunan sebanyak 55 kasus. 2020 ada 187 kasus, sedang di tahun sebelumnya mencapai 242 kasus,” kata Sunarto Jumat (1/1).

Dia menjelaskan, penurunan kasus di tengah pandemi tidak lepas adanya sosialisasi dan juga patroli secara berkala yang dilakukan kepolisian. Menurutnya pembatasan kegiatan masyarakat ada pengaruhnya terhadap angka kriminalitas. ”Untuk jenis kasus masih didominasi pencurian dengan pemberatan sebanyak 28 kasus,” ujarnya.

Kasus yang sering terjadi selama pandemi juga penipuan, sebanyak 23 kasus dan pencurian biasa 19 kasus. Sisanya kasus pencabulan, perzinaan, penyalahgunaan wewenang hingga masalah perlindungan anak. Hasil pendataan per wilayah, Kapanewon Girisubo dan Rongkop relatif aman karena sepanjang 2020 tidak mencatatkan satu kasus krimina.

“Kami mengimbau kepada seluruh jajaran polsek untuk terus meningkatkan kamtibmas untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Dari 187 kasus yang masuk, sebanyak 152 kasus sudah berhasil diselesaikan. Adapun sisanya sebanyak 35 kasus masih dalam proses penyelesaian.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan mengatakan, upaya cipta kondisi harus terus dilakukan agar kamtibmas tetap kondusif. Tentu hal ini tidak hanya menjadi gas dari polisi, namun juga butuh partisipasi dari masyarakat. “Dari statistik untuk penyelesaian kasus ada peningkatan dibadingkan dengan capaian 2019,” kata Agus Setiyawan. (gun/bah)

Gunungkidul