RADAR JOGJA – Penerimaan pendapatan daerah, khususnya dari pajak bumi dan bangunan (PBB) melampaui target yang ditetapkan. Berdasarkan data dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, tahun ini capaian PBB sebesar Rp 21,050 miliar, sedangkan realisasi mencapai Rp 22,6 miliar.

“Pemerintah mengapresiasi kepatuhan wajib pajak,” kata Kepala BKAD Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo disela pemberian penghargaan wajib pajak di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Rabu (30/12).

Dikatakan, apresiasi perlu disampaikan mengingat kesadaran masyarakat dan wajib pajak cukup baik meski di tengah pandemi Covid-19. Mereka tetap berusaha patuh di tengah sulitnya kondisi ekonomi.

Dijelaskan penghargaan diberikan kepada Kapanewon Purwosari dan Gedangsari, dimana kalurahan ini telah menyelesaikan tanggugan pajak sebelum batas waktu yang telah dientukan. Kemudian ada 50 kalurahan yang juga mendapatkan penghargaan. “Ada juga sektor lain seperti pajak restoran yang pembayarannya terbesar The Manglung View n Resto, kemudian Heha Sky View, warung Spesial Sambal,” imbuh dia.

Kemudian, lanjutnya, untuk sektor hotel, Queen off the South Beach Hotel. Adapula Wisma Joglo dan Calida Hotel. Untuk pajak mineral bukan logam dan batuan pembayaran terbesar yaitu UP Parno, PT Sugih Alam Anugroho, PT Anindya Mitra Internasional. Sementara pajak Hiburan Susur Goa Pindul, Caving Susur Goa Jomblang, Karaoke Keluarga Kick Off Futsal Arena. Sementara untuk parkir yaitu pantai sepanjang, pokdarwis nglanggeran, ddan pengelola parkir Pamela.
“Kesadaran masyarakat terus meningkat. Kami juga membuka beberapa layanan umum dan sistem jemput bola,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan pademi Covid-19 sempat melumpuhkan aktivitas restoran dan hotel. Pendapatan menurun, bahkan di awal pandemi sempat tutup sampai dengan tiga bulan. Kebijakan tidak ada pembayaran pajak waktu lalu, juga cukup meringankan para pengusaha. “Kami baru mulai jalan September. Dampak Covid-19 sangat luar biasa,” kata Sunyoto.

Dia optimistis proyeksi tahun depan, pendapatan pajak restoran dan hotel ada peningkatan. Harappannya, kondisi pandemi berangsur pulih. ”Ke depan akan dilengkapi dengan taping box sehingga pembayaran pajak dapat terpantau dengan baik,” jelasnya. (gun/bah)

Gunungkidul