RADAR JOGJA – Pembangunan gedung baru DPRD Gunungkidul ditunda, dari rencana awal tahun depan. Mamun karena beberapa pertimbangan proyek rumah wakil rakyat tersebut kemungkinan terlaksana pada 2022 dengan sistem multiyears.

Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi mengatakan, pembangunan gedung baru sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Meski demikian, hasil penyusunan detail engineering design (DED) diketahui untuk pembangunan secara menyeluruh membutuhkan anggaran sekitar Rp 41 miliar.

”Hasil keputusan bersama anggaran yang telah dialokasikan dicoret dan dialihkan ke belanja tak terduga untuk penanganan korona,” terang Agus Senin (28/12).

Dikatakan, berdasarkan rapat badan anggaran (banggar) ada beberapa opsi untuk pembangunan. Pertama, pembangunan menggunakan dana pinjaman, namun skema ini tidak disetujui karena prosesnya lebih kompleks. Opsi kedua dengan cara menyisihkan anggaran hingga terkumpul nominal yang dibutuhkan untuk pembangunan.

Namun opsi tersebut ada kendala karena tidak tahu sampai kapan akan terlaksana. “Opsi paling realistis adalah dengan skema pemangunan multiyears,” ujarnya.

Meski demikian, proses ini juga ada kendala karena pelaksnaan tidak boleh terlaksana dalam dua kepemimpinan bupati. Pendek kata, anggaran pembanggunan di 2021 dicoret kemudian dialihkan untuk yang lain. Sedangkan untuk multiyears, bisa terlaksana ketika bupati baru hasil pilkada menjabat.

Berdasarkan penyusunan DED dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, kata dia, recananya gedung dewan baru memiliki tinggi empat lantai. Gedung baru, nantinya dilengkapi dengan lift serta ruang paripurna berbentuk layaknya gedung teater. ”Sehingga tamu undangan bisa melihat dari atas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul Agus Subaryanta mengatakan, penundaan lebih bersifat teknis terkait dengan skema pembiayaan hingga proses pembangunan selesai. Mengenai skema pembangunan menurutnya masih menunggu kebijakan bupati baru yang terpilih hasil pilkada 2020.
“Jika bersedia dengan skema multiyears, maka pembangunan bisa dimulai di 2022,” kata Agus Subaryanta. (gun/bah)

Gunungkidul