RADAR JOGJA – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul terpilih, hasil rekapitulasi KPU, Sunaryanta-Heri Susanto melaporkan dana kampanye yang digunakan mencapai Rp 5,1 miliar dari total penerimaan Rp 5,3 miliar.

Rinciannya, pasangan nomor urut satu Sutrina Wibawa-Mahmud Ardi besaran penerimaan dana kampanye Rp 3.880.400.000, pengeluaran Rp 3.880.400.000, sisa saldo Rp 100.000. Nomor urut dua Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi penerimaan Rp 232.050.000, pengeluaran Rp 232.050.00, sementara saldo Rp 0.

Paslon nomor urut tiga Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi pengeluaran Rp 9.299.824.151,94. Pengeluaran Rp 7. 995.713.080,39, sementara saldo Rp 1. 304.111.071,55. Sementara paslon nomor urut empat Sunaryanta-Heri Susanto penerimaan Rp 5.374.304.000, pengeluaran Rp 5.121.630.880, saldo Rp 252.673.000.

Anggota KPU Gunungkidul, Rohmad Khomarudin mengatakan, laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) yang disampaikan pasangan calon sudah diaudit untuk memastikan kepatuhan pasangan calon mengenai dana kampanye selama proses Pilkada Gunungkidul.“Hasil audit dari KAP, kedua pasangan calon patuh,” kata Rohmad Khomarudin saat dihubungi Jumat (24/12).

Dia menjelaskan, kepatuhan pasangan calon tersebut dinilai dari asal dana kampanye dan penggunaanya. Dari asal dana kampanye, penerimaan dana kampanye dua pasangan calon dinilai patuh karena tidak ada dana kampenye dari orang-orang yang dilarang memberikan sumbangan kampanye, seperti BUMN, BUMD dan pihak asing. “Begitu juga penggunaan dana kampanye sudah dinilai patuh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, hasil audit dana kampanye telah disampaikan ke masing-masing paslon dan diumumkan untuk bisa dilihat di masyarakat. Tahapan berikutnya, penetapan paslon. “Saat ini masih menunggu proses BRPK di MK. Nanti kalau KPU RI sudah menerima pemberitahuan BRPK dari MK kita punya waktu paling lamaa 5 hari untuk menetapkan paslon,” kata Ahmadi Ruslan Hani. (gun/pra)

Gunungkidul