RADAR JOGJA – Akhirnya DPRD Gunungkidul menetapkan tiga Raperda perlindungan anak menjadi Perda. Ini berbarengan dengan  peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Ketiga Perda tersebut diharapkan dapat menjadi solusi berbagai permasalahan yang melibatkan perempuan dan anak di tengah maraknya kasus kekerasan.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti mengatakan, pengesahan perda dilakukan pada awal Desember 2020. Ketiganya Perda Pelindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Pengarusutamaan Gender, serta Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. Menurutnya, Perda tersebut berhasil disepakati dengan situasi pandemi dan keterbatasan anggaran. Dengan demikian fungsi legislasi dewan perlu digunakan untuk mewujudkan Perda tersebut. “Kami berharap Perda ini bisa membantu warga Gunungkidul, khususnya kaum perempuan memahami hak-hak dasar mereka. Terutama dalam mendapatkan pendampingan pasca-diperlakukan tak layak,” kata Endah saat ditemui disela peringatan Hari Ibu di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Selasa (22/12).

Sementara itu, Sekretaris DP3AKBPMD Gunungkidul, Sri Purwaningsih mengaku bersyukur tiga Perda ini bisa terealisasi. Sebab pihaknya membutuhkan dukungan payung hukum menyangkut perlindungan perempuan dan anak. Keberadaan perda dinilai sangat membantu dalam mengintegrasikan kepentingan dan program kerja kedinasan, karena  bisa mengoptimalkan layanan pada masyarakat.“Terutama bagi perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan,” kata Sri Purwaningsih.

Menurut dia, setelah disahkan bersama-sama dengan DPRD Gunungkidul akan mensosialisasikan tiga Perda tersebut kepada masyarakat. Adapun realisasinya akan dilaksanakan di 2021. (gun/pra)

Gunungkidul