RADAR JOGJA – Semua terpidana kasus korupsi tunjangan dewan periode 1999-2004 kini masuk bui. Terakhir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul mengeksekusi tujuh terpidana dan langsung dijebloskan ke Lapas Wirogunan.

Kepala Kejari Gunungkidul Koswara mengatakan, pelaksanaan eksekusi sesuai dengan turunanya salinan kasasi milik Untung Nurjaya dan kawan-kawan yang dikeluarkan oleh Mahkama Agung (MA). “Dieksekusi hari ini (kemarin). Sebagian besar (terpidana) sudah dieksekusi ya,” kata Koswara saat ditemui kantor Kejari Gunungkidul Senin (21/12).

Dikatakan, ini perkara lama, yakni kasus korupsi dana tunjangan dewan tahun anggaran 2003-2004. Dari 34 orang terpidana, 24 orang sudah menjalani kurungan, dan hari ini mengeksekusi sembilan orang berkas kasus atas nama Untung Nurjaya dan kawan-kawan.“Namun karena dua orang sudah meninggal dunia, kejari hanya mengeksekusi tujuh orang,” ujarnya.

Adapun nama yang dieksekusi kemarin yakni, Untung Nurjaya, Supriyo Hermanto, Samintoyo, Amin Muhaimin, Supardi, Calini, dan Marsudi. Ada pun yang sudah meninggal yakni Projo Harjono, dan hendro Subekti. “Sudah lengkap tujuh orang dibawa ke Lapas Wirogunan (lapas IIA Jogjakarta) untuk menjalani hukuman,” ucapnya.

Dalam kesempatan eksekusi kemarin belasan keluarga terpidana ikut mendampingi keberangkatan ke Wirogunan. Diantaranya menangis terharu, karena hampir semua terpidana sudah berusia lanjut. Ke-7 terpidana mengenakan baju batik berjalan menuju dua mobil milik kejaksaan yang sudah bersiap di halaman kantor.“Pak ojo lali obat e yo (pak jangan lupa obatnya),” kata seorang ibu keluarga terpidana sambil melongok dari jendela mobil.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pudsus) Kejari Gunungkidul Andy Nugraha Triwantoro mengatakan, sejauh ini semua terpidana kooperatif. Sebagain besar memenuhi panggilan eksekusi dan bukan dijemput paksa.“Sikap responsif itu sangat tepat, karena bagaimanapun eksekusi pasti hanya soal waktu,” kata Andy Nugraha.

Untuk diketahui, selama ini Kejari Gunungkidul mengeksuksi tiga berkas korupsi tunjangan anggota dewan tahun anggaran 2003-2004. Total puluhan eks dewan dan mantan sekretaris DPRD Gunungkidul telah menjalani hukuman. Eksekusi pertama dilakukan di awal 2017, yaitu Ratno Pintoyo dan kawan-kawan. Total ada 13 mantan anggota dewan masuk bui, namun pada saat pelaksanaan dua orang tidak bisa hadir karena sudah meninggal dunia.

Berkas selanjutnya yang dieksekusi milik mantan Sekretaris DPRD Gunungkidul Aris Purnomo dieksekusi awal 2018. Berkas ketiga milik Supriyono dan kawan-kawan dieksekusi pada akhir Juni 2019. (gun/pra)

Gunungkidul