RADAR JOGJA – Relawan Bambang Wisnu Handoyo (BWH)-Benyamin Sudarmadi memutuskan langkah dengan melapor ke DPP PDI Perjuangan sebagai pengusung pasca coblosan 9 Desember lalu.

Laporan diajukan setelah pasangan calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul itu mendapatkan laporan dari relawan yang mengawal penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Ditemukan perbedaan angka dalam penghitungan suara. Baik secara hitung cepat maupun manual.

“Kami menemukan adanya perbedaan jumlah penghitungan suara di beberapa tempat yang berdampak pada penghitungan ulang suara, sehingga kami akan terus mempelajari masalah ini dan kemudian akan segera kami laporkan ke partai pengusung,” ungkap LO Paslon 03 Sujoko Selasa (15/12).

Ketua Keluarga Besar Relawan Bambang Wisnu-Benyamin Rio Erwin Setyawan mengakui bakal segera mengonfirmasi berbagai temuan itu kepada PDI Perjuangan selaku partai pengusung. “Banyak temuan yang harus kami sampaikan,” tegasnya.

Terpisah, pengurus DPC PDI Perjuangan Gunungkidul meminta Polres Gunungkidul secepatnyamengambil langkah tegas mengusut dugaan tindak kekerasan yang terjadi menjelang pemungutan suara pada Selasa (8/12) malam.

“Kami berharap polisi bekerja profesional. Tidak terganggu proses penghitungan suara KPU yang sedang berjalan,” kataWakil Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Endro Guntoro.

Dikatakan, kerja profesional Polri sangat dinanti masyarakat. Profesionalisme penyidik polisi hendaknya ditunjukkan dengan langkah cepat mengusut kasus dugaan kekerasan dan penyekapan yang dialami relawan bernama Danuri.

Diceritakan, malam itu Danuri pulang mengikuti tirakatan menjelang hari pemungutan suara.
Di jalan dia dihadang seorang warga Purwosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul. Warga itu berinisial M atau Mar.

Saat itu ponsel milik Danuri dirampas. Tak hanya itu, korban kemudian digelandang secara paksa ke rumah seorang tokoh di Dusun Tegalmulyo, Kepek, Wonosari, Gunungkidul.

Danuri mengakui selama berada di rumah tokoh itu mengalami intimidasi. Dia merasa ditekan. Dipaksa mengakui telah melakukan bagi-bagi uang. Namun, Danuri menolak tuduhan tersebut. Di lokasi dia juga bertemu dengan Ketua Panwascam Wonosari Ihsan Buchori.

Dia kemudian berhasil diselamatkan setelah polisi dan Satgas PDI Perjuangan Gunungkidul datang ke lokasi.

Danuri kini telah mendapatkan pendampingan hukum dari partai. Darma Utama SH selaku kuasa hukum Danuri mengatakan, keamanan kliennya menjadi tanggung jawab negara untuk memberi perlindungan. Kejadian yang dialami Danuri resmi dilaporkan ke polisi. Laporannya adalah dugaan tindak pidana perampasan dan penculikan.

“Kami berharap kepolisian ini segera menindaklanjuti laporan klien dengan bukti-bukti permulaan yang cukup dan terang benderang,” kata Darma.
Dia optimistis di polisi tidak akan mengalami kesulitan mengusut tuntas kasus tersebut. (kus/ila)

Gunungkidul