RADAR JOGJA – Belasan penyelenggara Pilkada Gunungkidul terkonfirmasi positif Covid-19. Jika sebelumnya berasal dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) kini merembet ke pengawas TPS.

Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari mengatakan, ada tiga pengawas TPS dinyatakan positif korona. Tindaklanjut dari temuan ini langsung dilakukan pergantian antar waktu (PAW).

“Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan pilkada berjalan dengan aman, damai dan sehat,” kata Rini Iswandari saat dihubungi Kamis (3/12).

Salah satu dari komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan rapid test. Setelah ketua dan komisioner, terakhir protokol kesehatan deteksi Covid-19 menyasar pengawas TPS. “Total 1.900 petugas menjalani rapid test,” ujarnya.

Rini menjelaskan, dari ribuan petugas yang menjalani tes 12 petugas diantaranya reaktif. Kemudian ditindaklanjuti dengan swab test, guna memastikan petugas tertular virus korona atau tidak.  “Hasil swab sudah keluar, tiga petugas dinyatakan positif,” ujarnya.

Dikatakan, tiga petugas TPS terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kapanewon Patuk, Playen dan Kapanewon Rongkop. Untuk memastikan kondisi kesehatan, ketika menjalankan tugas, dibekali alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer hingga pelindung wajah.

“Termasuk suplemen berupa vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah tertular penyakit,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya 14 petugas KPPS dinyatakan positif korona. Sementara dari total 13.300 petugas, 762 orang belum di-rapid test. Rencananya pelaksanaan tes susulan dilakukan besok (hari ini) di puskesmas terdekat.

Rapid test dilakukan sebagai bentuk komitmen pencegahan penularan virus korona dalam penyelenggaraan pilkada,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani. (gun/bah)

Gunungkidul