RADAR JOGJA – Ada yang baru dalam dunia pondok pesantren (ponpes) di Gununkidul. Setelah melewati masa karantina dan menetap di asrama, para santri dan pengajar harus beradaptasi dengan kehidupan baru. Salah satunya kewajiban menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Karena selama ini di Gunungkidul masih terjaga dengan baik, proses pembelajaran tetap dilakukan mereka yang memang sudah berada di asrama,” kata Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Arif Gunadi saat dihubungi Selasa (1/12).

Sejak awal diperbolehkan masuk, kata dia, santri telah mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Sehingga kegiatan penilaian, mulai dari akhir semester dan lain sebagainya tetap lakukan.“Alhamdulillah, hingga sekarang tidak ada persoalan interaksi, karena internal pondok sama-sama sehat,” ujarnya.

Dikatakan, seiring dengan perkembangan situasi, kondisi zaman dan keaadaan maka ponpes dengan sedikit manajemen menggeliat ke arah modern. Sudah menerima hal-hal yang dulu oleh pesantren tradisional dianggap dianggap virus dan berdampak negatif kepada para santri dan masyarakat Indoensia. “Sekarang ini santri harus sudah masuk ke dunia global. Termasuk di dalamnya bagaimana santri menguasai bahasa asing,” terangnya.

Menurutnya, bahasa asing merupakan salah satu sarana komunikasi tingkat intenrasioanal dan bagaimana santri bisa menguasai bahasa internasional. Sehingga tidak akan tertinggal oleh perkenbangan sains dan teknologi. “Sekarang (ponpes) sudah terbuka dengan banyak aspek. Dulu pakai dasi diharamkan, main sepak bola diharamkan,” ucapnya.

Sekarang telah ada ponpes pembaruan. Kemudian menerima informasi-informasi, ilmu peradapan yang memiliki nafas kemaslahatan. Tidak ada hal yang bersifat mudharat atau mebahayakan dan merugikan bagi santri itu sendiri. “Justru sekarang jika interkasi internasiolal dan tidak memiliki kompetensi komunikasi maka akan terjadi kemudharatan,” tegasnya.

Pimpinan Cabang Nahdlaturl Ulama (PCNU) Gunungkidul itu mengatakan, Bumi Handayani memiliki 35 pondok pesantren. Jika diverifikasi masing-masing ponpes, secara prinsip telah menyiapkan protokol pencegahan Covid-19. ”Terlebih sejauh ini tidak ada laporan klaster ponpes,” jelasnya. (gun/bah)

Gunungkidul