RADAR JOGJA – Kasus positif Covid-19 di Gunungkidul masih tinggi. Di antaranya merupakan hasil tracing dua murid salah satu SD di wilayah Kapanewon Patuk yang diduga tertular dari tenaga pendidik beberapa waktu lalu. Selain itu kasus korona juga dialami petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, di Kapanewon Patuk ada empat kasus baru dari hasil tracing kasus positif Covid-19 SD. Keempatnya terdiri dari dua murid SD dan dua tetangga pasien positif. Sekarang mereka telah menjalani perawatan.”Murid usia 9 dan 10 tahun, sisanya (dua orang positif Covid-19) tetangga (pasien positif),” kata Dewi Irawati saat dihubungi Minggu (29/11).

Selain itu, kata Dewi, sebanyak tujuh petugas KPPS juga terkonfirmasi positif. Data akumulasi hingga kemarin total kasus konfirmasi sebanyak 463, sembuh 368, dan masih dirawat ada 79 orang. Untuk kasus konfirmasi meninggal dunia 16 orang.

Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, belum lama ini dilalukan rapid test terhadap 13.300 petugas di 1.900 TPS. Diakui muncul kasus petugas KPPS terkonfirmasi positif. Untuk itu akan ada penggantian petugas. “Kami meminta masyarakat agar tidak takut datang ke TPS pada 9 Desember 2020 mendatang. Seluruh TPS telah dipersiapkan sesuai dengan protokol kesehatan, mulai tempat cuci tangan, pengukur suhu, hingga  sarung tangan untuk pemilih,” kata Hani.

Sedang, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Kabupaten Gunungkidul Gunungkidul, Bahron Rasyid  mengatakan, sementara sekolah dengan temuan kasus kegiatan belajar tatap muka (KBM) terbatas kembali di rumah masing-masing atau belajar daring.”Terpenting jaga kesehatan. Fokusnya kan memang seperti itu,” kata Bahron Rasyid.

Disinggung mengenai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang proses pembelajaran tatap muka yang akan dibuka mulai Januari 2021, menurut dia tidak masalah karena selama ini uji coba terbatas tatap muka telah dilakukan. (gun/pra)

Gunungkidul