RADAR JOGJA – Penerapan belajar tatap muka, yang dikhawatirkan menjadi tempat persebaran Covid-19, terjadi di Gunungkidul. Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbaru, muncul penularan di lembaga pendikan.

Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, tercatat ada enam tambahan baru pasien terkonfirmasi positif. “Dari jumlah itu, di antaranya pelajar tertular saat berada di sekolah,” kata Dewi Irawaty saat dihubungi Rabu (24/11).

Dia menjelaskan, penambahan enam kasus baru terpapar Covid-19 pasca melakukan kontak dengan konfirmasi positif. Di antaranya tiga guru dan dua murid dari dua SD wilayah Kapanewon Patuk. Kasus ini bermula dari suami istri bekerja sebagai guru di dua sekolah dasar di Kawapewon Patuk. “Suami istri berasal dari Kabupaten Kulon Progo. Istrinya diduga menularkan covid kepada dua orang murid, dan suaminya menularkan satu guru rekan kerja,” ujarnya.

Hingga kemarin pihaknya terus melakukan tracking terhadap penularan kasus di sekolah tersebut. Hanya saja belum ada laporan masuk dari Puskesmas Patuk. Tambahan dua orang dari Kapanewon Patuk merupakan anak laki-laki berusia sembilan tahun, dan anak perempuan belum terkonfirmasi usia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Gunungkidul, Bahron Rasyid mengakuin, ada penularan dari sekolah yakni, siswa dan guru Kapanewon Patuk. Selain Patuk, siswa terkonfirmasi positif pernah terjadi di Kapanewon Tepus beberapa waktu lalu. ”Di Tepus siswa SD tersebut tertular dari orang tuanya. Sekolah langsung diliburkan,” kata Bahron Rasyid.

Untuk sementara sekolah-sekolah tersebut kegiatan belajar tatap muka terbatas dan kembali di rumah masing-masing atau belajar daring. Diakui, selama ini hampir semua sekolah tingkat SD/SMP sederajat menggelar KBM tatap muka terbatas. “Menggelar pertemuan sekali hingga dua kali dengan durasi pertemuan dua jam di setiap minggu dengan pengetatan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang proses pembelajaran tatap muka yang akan dibuka mulai Januari 2021. Bahron mengakui tidak masalah dengan kebijakan tersebut karena kesiapan sudah dilakukan. (gun/pra)

Gunungkidul