RADAR JOGJA – Penyelenggara Pilkada Gunungkidul terus mematangkan persiapan tahapan pemungutan suara. Sampai saat ini kesiapan logistik pemilihan kepala daerah sudah lebih dari 50 persen.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, ada dua kategori logistik. Yakni logistik menyangkut kelancaran dalam pemilihan seperti surat suara, kotak suara, alat bantu pencoblosan hingga formulir rekapitulasi suara. Kedua, alat pelindung diri (APD) agar protokol kesehatan pencegahan persebaran virus korona.

“Logistik pilkada 75 persen sudah tersedia di KPU. APD seperti sarung tangan untuk pemilih, hand sanitizer, fasilitas cuci tangan sudah kami distribusikan ke masing-masing PPS,” kata Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi Selasa (24/11).

Tinggal menunggu plano, formulir C1, daftar pasangan calon dan alat bantu coblos tuna netra. Sedangkan kebutuhan APD seperti masker, sarung tangan medis dan alat pengukur suhu tubuh menunggu dikirim.

Dia menjelaskan, saat ini KPU sedang melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara. Menerjunkan 100 relawan pelipat suara dan sortir ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari. Jika ada surat suara rusak dimintakan pengganti ke rekanan.

Sementara itu, anggota KPU Gunungkidul Asih Nuryanti meyampaikan, APD sudah dikirimkan ke PPS sejak Sabtu, 21 November 2020. Pengiriman dilakukan selama dua hari dan diterima anggota PPK kemudian diserahkan ke PPS. “Terdiri atas hand sanitizer, sabun pencuci tangan, cairan disinfektan,” katanya.

Selain itu, ada juga tisu towel sheet, semprotan, tempat air berkran dan ember penampung, pelindung wajah hingga kantong plastik tempat sampah. Sesuai aturan, pelaksanaan pemilihan mengacu pada protokol kesehatan (prokes) secara ketat. “Meminimalisasi persebaran virus korona,” tegasnya. (gun/laz)

Gunungkidul