RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap dunia usaha maupun industri. Meski demikian diantaranya masih bisa bertahan dan berpenghasilan sehingga roda perekonomian tidak macet total.

Di Padukuhan Tanggulangin, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong misalnya, ada perajin bambu. Pradana Famila Sholikhin, 28, menekuni usaha pembuatan miniatur kapal pesiar dari bahan bambu.“Kami sudah empat tahun menekuni pembuatan miniatur kapal pesiar dari bambu,” kata Pradana Familia Senin (23/11).

Dia menjelaskan, satu kapal dihargai Rp 3 juta hingga Rp 12 juta per unit, sesuai dengan ukuran ataupun tingkat kerumitan. Sejauh ini karya miniatur kapal miliknya sudah dikirim ke Gorontalo, Kalimantan, dan beberapa kota lainnya.“Strategi pemasaran salah satunya memanfaatkan media sosial (medsos),” ujarnya.

Disinggung mengenai dampak pandemi, menurutnya sempat kalang kabut namun sekarang mulai membaik. Dia mengaku memiliki trik tersendiri untuk menarik pelanggan, salah satunya mengurangi harga dan membebaskan ongkos kirim ke seluruh lokasi. “Namun mempengaruhi kualitas. Meski kondisi sulit tetapi harus optimis, jangan sampai kendor,” ucapnya.

Sementara itu, pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Joko Pitoyo mengakui, dampak pandemi sangat besar pengaruhnya. Oleh sebab itu dibutuhkan upaya dan kerjasama agar bisa melewati situasi sulit.“Dari Kadin sendiri kami menggandeng lembaga perbankan untuk bantuan permodalan terhadap pelaku usaha. Besaran pinjaman mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 500 juta,” kata Joko Pitoyo. (gun/pra)

Gunungkidul