RADAR JOGJA – Sampai dengan saat ini KBM tatap muka masih dilakukan secara terbatas. Bahkan pihak terkait di Gunungkidul juga belum bisa memastikan tahun depan bisa KBM normal.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, rencana Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan tentang proses pembelajaran tatap muka mulai Januari 2020 memang benar adanya.”Meski demikian kepastian masih butuh rekomendasi dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, serta persetujuan orang tua,” kata Bahron Rasyid saat dihubungi Senin (23/11).

Sebagai langkah persiapan, sejak beberapa bulan lalu kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terbatas telah dilakukan. Ini menjadi penting jika nantinya ada proses pembelajaran transisi. Dari belajar daring sampai dengan tatap muka secara terbatas.“Ada sekolah menggelar pertemuan sekali hingga dua kali dengan durasi pertemuan dua jam di setiap minggunya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pertemuan terbatas sebagai salah satu upaya pelaksanaan pembelajaran secara normal. Dalam pertemuan wajib diterapkan protokol kesehatan secara ketat karena siswa maupun guru wajib. “Seperti penggunaan alat pelindung diri berupa masker atau pelindung wajah. Selain itu, di sekolah juga sudah disiapkan fasilitas tempat cuci tangan menggunakan sabun,” ujarnya.

Hanya diakui, kesiapan yang ada bukan satu-satunya acuan, karena kepastian KBM tatap muka secara normal harus melihat aspek lain seperti jumlah perkembangan kasus hingga adanya rekomendasi dari tim gugus tugas maupun persetujuan dari orang tua.“Kami tunggu kebijakan dari gubernur dan bupati seperti apa,” ungkapnya.

Disinggung mengenai progres persiapan KBM tatap muka secara luas, menurutnya ada beberapa skema. Salah satunya peningkatkan intensitas pertemuan terbatas di sekolah. Semula satu kali ditingkatkn menjadi dua kali. “Dua kali menjadi tiga kali,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, pertemuan terbatas selama ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, didalam pertemuan juga sudah melalui sosialisasi yang disampaikan oleh komite sekolah ke wali murid. “Inti dari sosialisasi untuk memastikan para orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut,” kata Kisworo.

Menurut dia, pelaksnaaan tatap muka nanti sangat situasional, karena pihak sekolah bisa menghentikan ada kasus baru positif corona dan diganti dengan pembelajaran melalui daring. (gun/pra)

Gunungkidul