RADAR JOGJA – Mendekati saat pencoblosan, KPU Gunungkidul melakukan simulasi pencoblosan pemilihan kepala daerah. Untuk memastikan pelaksanaan prokes selama di TPS.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan, simulasi coblosan ada 11 adegan. Mulai dari undangan kehadiran dan kedatangan pemilih di temapt pemungutan suara (TPS). Kewajiban mengenakan masker hingga adegan peserta jatuh pingsan yang langsung dievakuasi petugas berpakaian hamzat.”Simulasi sebagai gambaran pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember 2020,” kata Andang Nugroho Minggu (22/11).

Kembali ke prokes, kata dia, saat tiba di TPS, ada kewajiban mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas. Mengenakan masker, mereka duduk sembari menunggu giliran dipanggil untuk mencoblos. Setiap adegan menjadi salah satu bagian dari proses simulasi pencoblosan Pilkada Gunungkidul. Setidaknya ada 11 adegan diperagakan dalam simulasi, termasuk memperagakan pemilih disabilitas.”Saat mendaftar, petugas TPS akan memberikan sarung tangan plastik yang digunakan saat proses mencoblos nanti,” terangnya.

Jika biasanya ada tiga bilik, kali ini tiap TPS disediakan empat bilik coblos. Satu bilik ditempatkan terpisah, disekat dengan dinding plastik transparan dan berada di luar perimeter TPS. Bilik khusus digunakan oleh mereka yang suhu tubuhnya lebih dari 37,3 derajat celcius. Pemilih tak diperkenankan memasukkan surat suara, cukup diserahkan langsung ke petugas untuk dimasukkan ke kotak.”Setelah mencoblos, tinta penanda diteteskan dengan pipet ke jari pemilih oleh petugas. Selanjutnya pemilih diminta mencuci tangan lagi sebelum pulang,” terangnya.

Di Bantul, Ketua Divisi Teknis KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, pihaknya menyediakan 2.085 TPS. Untuk melayani 704.688 daftar pemilih tetap. Dipastikan, tiap TPS mampu melayani 75 pemilih per jam. Sementara tiap TPS, memiliki 340 pemilih yang terdaftar. “Pilkada tahun ini terdapat 2.085 TPS yang tersebar di 75 desa. Angka ini naik dari perhitungan sebelumnya yaitu 2.081,” paparnya.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menambahkan, nantinya pemilih yang masuk DPT mendapatkan undangan yang mencantumkan jam kedatangan ke TPS. Untuk memberikan suaranya di TPS yang ditunjuk. “Ada 12 hal baru yang akan diterapkan oleh kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS), seperti cuci tangan sebelum dan sesudah masuk, pemberian sarung tangan, dan penetesan tinta di jari pasca mencoblos,” sebutnya.

Dari simulasi, diperkirakan, tiap TPS akan melayani DPT dari pukul 08.00 – 12.00. TPS juga menyediakan waktu satu jam, untuk pemilih tambahan sesuai KTP domisili. Setelah itu dilanjutkan perhitungan suara seperti biasa. Diperkirakan pula, TPS dapat tutup pukul 17.00.

Dalam penghitungan suara, TPS juga akan menerapkan aplikasi sistem informasi rekapitulasi. Aplikasi berbasis android yang secara langsung terhubung dengan KPU Pusat. “Sirekap menjadi terobosan baru dalam penggunaan teknologi mendukung pelaksanaan hitung suara baik di PPS, PPK sampai KPU. Meskipun hasil final tetap manual. Tapi Sirekap bagian dari transparansi informasi saat penghitungan, paling tidak beberapa hal itu yang jadi penekanan simulasi hari ini,” jelasnya. (cr2/gun/pra)

Gunungkidul