RADAR JOGJA – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupten Gunungkidul bersiap menghadapi La Nina. Fokus utamanya, antisipasi kenaikan curah hujan karena bisa berdampak terhadap sektor pertanian dan peternakan.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Tanaman Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Raharja Yuwono mengatakan, La Nina bisa menjadi momok bagi petani. Badai Cempaka 2017 menjadi gambaran dampak negatif terhadap sektor pertanian maupun peternakan. ”Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi dan sudah memberikan surat edaran kepada petani,” kata Raharja Kamis (12/11).

Dijelaskan ada sejumlah poin imbauan DPP kepada petani. Dimana petani diminta untuk mewaspadai lokasi lahan langganan genangan air akibat tingginya curah hujan. Untuk itu, langkah antisipasi yang dilakukan dengan membuat saluran drainase di lahan-lahan yang belum ada saluran pembuangan air hujan.
”Bisa memanfaatkan alat mesin pertanian pompa air untuk penyedotan dan pembuangan air jika terjadi genangan,” jelasnya.

Hal lain yang diantisipasi yakni, kewaspadaan terhadap hama penyakit tanaman seperti wereng coklat pada padi (WBC) hama hawardaun bakteri/kresek dan lainnya dan selalu berkoordinasi dengan petugas pertanian kapanewon penyuluh pertanian lapangan, petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) setempat.

Sementara itu, Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menerima informasi mengenai potensi dampak La Nina dari sektor peternakan. “Iklim La Nina yang diprediksi akan terjadi, juga mengkhawatirkan banyak timbulnya penyakit pada hewan ternak,” kata Bambang WIsnu Broto.
Seperti BEF (bovine ephemeral fever), diare, myasis, metabolic dissorder, gangguan reproduksi sapi dan lain sebagainya. Sektor unggas juga dikhawatirkan akan terpengaruh dilihat dari jumlah produksi telur. Diperlukannya booster multivitamin pada program kesehatan unggas khususnya layer (petelur) secara terprogram dan berkesinambungan. (gun/bah)

Gunungkidul