RADAR JOGJA – Program rehahabilitasi dan rekotruksi (rehab rekon) dampak badai cempakan 2017 sudah terealisasi. Dari total dana hibah Rp 75 miliar, ada sisa Rp 7 miliar. Tidak dikembalikan ke pusat namun digunakan untuk kegiatan rehab lanjutan.

Untuk diketahui, program rehab rekon dimulai sejak 2019. Meliputi pengerjaan proyek pembangunan 94 rumah, rehab SD, perbaikan talut TPAS Baleharjo, pembangunan dam parit di Ngeposari. Selain itu, juga digunakan membangun Jembatan Tahunan di Kapanewon Paliyan dan Jembatan Mojorejo di Kalurahan Katongan, Nglipar.

Kemudian membangun tiga jembatan meliputi Jelok di Kapanewon Patuk serta Jembatan Jeruklegi dan Teleng di Kapanewon Nglipar. Selain itu, juga dilaksanakan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pelaksanaan program tersebut berhasil melakukan efisieni anggaran sebesar Rp 7 miliar. “Seyogyanya (dana) dikembalikan ke pemerintah pusat, namun berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Keuangan sisanya bisa digunakan rehab lanjutan,” kata Edy Basuki Selasa (10/11).

Dia menjelaskan, sisa dana yang ada akan digunakan untuk perbaikan talud di Pantai Baron, perbaikan di kawasan wisata Srigetuk, Kalurahan Bleberan, Playen dan sejumlah SD di Gunungkidul. “Perbaikan lanjutan menyasar lokasi yang dulu juga terkena dari Badai Cempaka,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap anggaran bisa digunakan semakismal mungkin sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya sepakat sisa dana dipergunkaan untuk perbaikan lanjutan. “Sehingga tidak perlu dikembalikan ke pemerintah pusat” kata Ery Agustin. (gun/bah)

Gunungkidul