RADAR JOGJA – Fenomena sosial di Gunungkidul, mulai dari pulung gantung, pernikahan dini, hingga angka stunting tertinggi di DIJ menjadi perhatian calon wakil bupati Martanty Soenar Dewi. Dia pun sudah menyiapkan program untuk mengatasinya.

“Solusinya adalah peningkatan perekonomian dan pendidikan warga,” kata Martanty saat berbincang santai di kawasan Mlati, Sleman, Minggu (1/11).

Diakuinya permasalahan tersebut memang menjadi keprihatinan bersama. Menurutnya, persoalan sosial yang muncul tersebut faktor utamanya disebabkan rendahnya tingkat ekonomi dan pendidikan warganya.

Hal itu yang dinilainya menjadi penyebab masih tingginya kasus pulung buntung atau bunuh diri di Gunungkidul. “Karena daya nalar yang cupet jadi gampang putus asa,” ujarnya.

Karena itu, Martanty menilai dengan peningkatan perekonomian dan pendidikan bisa sebagai antisipasi. Hal itu yang akan digenjotnya jika nanti menjabat sebagai wakil bupati.

Menurut dia, dengan adanya aktivitas yang produktif bisa mengurangi pikiran negatif warga untuk mengakhiri hidupnya. “Ketika ada aktivitas, ada pendapatan, tidak berfikiran negatif,” tuturnya.

Cucu dari Bupati Gunungkidul ke-18, Prawiro Suwignyo itu menjelaskan, potensi pariwisata di Gunungkidul yang besar harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih adanya potensi alam luar biasa yang menjadi keunggulan dengan bentang garis pantai dan karst yang dimiliki.

Dia menilai persoalan di Gunungkidul saat ini adalah lenght of stay atau waktu lama tinggal wisatawan yang masih sebentar sekali. Wisatawan, kata dia, jalan-jalan di Gunungkidul tapi menginap di Jogja.

“Ya (Gunungkidul) cuma kebagian retribusi saja Rp 10 ribu. Lalu juga souvenir dan oleh-oleh khas Gunungkidul harus lebih bagus lagi agar wisatawan ya belinya itu kalau ke sana,” ungkapnya perihatin.

Sebagai solusi, dia sudah menyiapkan road map, melanjutkan yang sudah dikerjakan Bupati Gunungkidul saat ini Badingah. Dengan perbaikan infrastruktur jalan ke obyek wisata. Termasuk dengan penambahan tempat penginapan. “Minimal masih menginap dan beli oleh-oleh khas Gunungkidul, tidak hanya numpang lewat,” jelasnya.

Begitu pula dengan stunting. Sebagai satu-satunya calon perempuan di Pilkada Gunungkidul, Martanty mengaku akan memaksimalkan peran posyandu. (naf/ila)

Gunungkidul