RADAR JOGJA – Aksi kejahatan jalanan tanpa motif yang jelas atau klithih di wilayah hukum Polsek Playen pada awal September 2020 Playen terungkap. Para pelaku berhasil diamankan, salah satunya seorang anak dibawah umur. Dalam perkara tersebut seorang korban terluka akibat diserang dengan senjata tajam (sajam).

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana mengatakan, TKP penganiayaan berada di Kalurahan Getas, Playen tepatnya 29 September 2020. Dalam kasus tersebut kepolisian berhasil mengamankan tiga pelaku. Masing-masing berinisial FC, 19, warga Jawa Barat, AW, 19, warga Mergangsan, Jogjakarta dan AA, 15, warga Bantul.”Namun inisial AA, dari hasil pengembangan kasus tidak ditahan karena masih di bawah umur,” kata Riyan Permana dalam keterangan pers di Mapolres Gunungkidul Rabu (28/10).

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah sajam berupa parang sepanjang 32 cm bergagang cokelat 15 cm, 2 unit sepeda motor matik, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi.”Dalam kejadian tersebut korban inisial TF,18, warga Dlingo, Bantul mengalami luka robek di jari tangan akibat sajam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengungkapkan, dari hasil olah TKP diketahui pada saat kejadian korban dalam perjalanan pulang dari Getas, Playen bersama temannya berinisial F, 20. Dalam perjalanan tiba-tiba korban dipepet para pelaku dan langsung diserang dengan sajam. Pihaknya gerak cepat melakukan koordinasi dengan Polsek Dlingo, Bantul untuk mencari pelaku. Kemudian pelaku yang terlibat berhasil diamankan dan kini menjalani proses hukum sesuai aturan berlaku.

Atas perbuatannya pelaku terancam pasal berlapis. Yakni Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI 12/1951 tentang menguasai atau membawa senjata tajam, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. Kemudian Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara. (gun/pra)

Gunungkidul