RADAR JOGJA – Materi debat perdana Pilkada Gunungkidul 2020 langsung menukik ke akar masalah. Penyelenggara pemilu mengangkat tema besar isu kemiskinan. Strategi paslon melalui visi-misi dalam mengenatskan kemiskinan akan disampaikan ke masyarakat.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, kemiskinan menarik diperdebatkan karena merupakan isu strategis. Terlebih dalam visi dan misi, semua paslon yang menggaris bawahi permasalahan itu.

“Mengatasi Kemiskinan Menuju Kesejahteraan Sosial Ekonomi dan Kemandirian Desa, adalah tema debat perdana,” kata Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi Minggu (25/10).

Kemiskinan di Gunungkidul memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab. Dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Gunungkidul saat ini mencapai 16,61 persen. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan dengan kajian yang dilakukan pada 2018 berada pada kisaran 17,12 persen.

Meski dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren penurunan, setiap kepala daerah memiliki tanggungjawab mengikis kemiskinan di Bumi Handayani. Sejak 2015, tingkat kemiskinan mencapai 21,73 persen. Kemudian data terbaru penurunan berada di kisaran 16,61 persen.

Dikatakan, pemilihan tema berdasarkan hasil diskusi dari tim penyusun materi debat beberapa waktu lalu. Tim terdiri dari kalangan akademisi dan profesional. ”Mereka sekaligus berperan sebagai moderator debat,” jelasnya.

Debat publik dijadwalkan berlangsung pada besok (27/10) pukul 19.30. Sesuai PKPU 13/2020, yang boleh menghadiri debat selain peserta adalah empat orang tim pemenangan, lima anggota KPU, dan dua anggota Bawaslu. ”Hanya merekalah yang nanti diperbolehkan masuk ke dalam studio,” jelasnya.

Sedangkan di Sleman, debat publik akan berlangsung Kamis (30/10) pukul 19.30. Debat publik disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah dan platform media sosial.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan tema yang akan dijadikan bahan debat, masih dipersiapkan. Yang mana nantinya, sesi pertama membahas reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Sesi kedua membahas pengembangan potensi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Serta sesi ketiga akan membahas mengenai keterlibatan stakeholder dalam pembagunan daerah yang akan diikuti paslon. “Materi debat sudah disusun oleh akademisi dan aktivis yang telah ditunjuk,” jelas Trapsi.

Trapsi menambahkan, karena dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19, peserta yang masuk saat debat publik juga akan dibatasi. “Kami imbau ke tim pemenangan agar tidak bawa massa,” kata Trapsi.

Trapsi mengungkapkan, selama debat publik berlangsung, ada beberapa aturan yang harus ditaati. Seperti tim kampanye tidak boleh membawa alat peraga kampanye dan tidak boleh ada yel-yel. Mengingat, tujuan utama dari debat publik adalah untuk mendalami visi misi dari paslon. “Debat akan disiarkan secara langsung. Tujuannya agar masyarakat bisa mendengar secara langsung visi misi dari sumbernya secara langsung,” ungkap Trapsi. (gun/eno/bah)

Gunungkidul