RADAR JOGJA – Pemerintah pusat menempatkan Gunungsewu Unesco Global Geopark (GUGG) dalam skala prioritas pengembangan ekonomi nasional sektor pariwisata. Sebagai tindaklanjut, akan ada gelontoran anggaran pengembangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Himawan Hariyoga Djojokusumo saat melakukan kunjungan di Wisata Ngingrong, Mulo, Kapanewon Wonosari, Rabu (14/1). Dia mengakui, kunjungan geopark yang masuk bagian Unesco di Indonesia masih rendah dibanding negara lain.

Di Tiongkok memiliki sekitar 30 lokasi Unesco Global Geopark, dengan jumlah kunjungan lebih dari 100 juta wisatawan pertahun. Kemudian Malaysia memilik satu Unesco Global Geopark dikunjungi empat juta wisatawan per tahun. “Sementara di Indonesia lima Unesco Global Geopark baru dikunjungi kurang dari lima juta wisatawan per tahun,” ujarnya.

Meski demikian pihaknya bersyukur Gunungsewu kembali mendapatkan validasi. Khusus Gunungsewu masuk salah satu prioritas nasional. Dia menjelaskan, dalam dokumen perencanaan ada target sasaran yang harus dicapai, dan target waktu pengembangannya. Selain itu dari kementrian lain bisan mendukung, termasuk alokasi anggaran sesuai tugas pokok dan fungsi.

“Karena tidak cukup dari APBN. Nantinya jika pemerintah memulai akan mendorong pihak lain ikut membantu pengembangan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager GUGG Budi Martono mengatakan, Gungsewu masuk ke Unesco di 2015, dan direvalidasi pada 2019 dan mengelola 33 geosite. Keterbatasan pengelola, dan keterbatasan infrastruktur menjadi kendala tersendiri.

“Justru kami ditantang masterplan oleh Bappenas untuk pengembangan ke depan,” kata Budi Martono.

Mantan Sekda Kabupaten Gunungkidul ini menegaskan, telah memiliki skema masterplan dan tinggal koordinasi dengan tiga kabupaten. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark), setiap wilayah mengusulkan ke Bappenas dan akan dianggarkan untuk pengembangan.

“Dalam waktu dekat akan dikumpulkan (tiga kabupaten), karena tergetnya (pengumpulan masterplan) pada 10 Desember 2020 harus diserahkan ke Bappenas,” ujarnya.

Menurutnya, Geopark Gunungsewu memiliki luas hingga mencapai 1.802 kilometer persegi terbagi menjadi tiga geoarea, yaitu Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Masing-masing kawasan memiliki geosite yakni Gunungkidul 13 lokasi, Wonogiri memiliki 7 lokasi, dan Pacitan memiliki 13 lokasi. Total ada 33 lokasi geosite di Gunungsewu. (gun/pra)

Gunungkidul