RADAR JOGJA – Musim kemarau akan segera berakhir. Sementara awal musim hujan periode 2020-2021 diprediksikan mulai turun akhir Oktober. Para petani tengah mempersiapkan lahan, sementara pemerintah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi aman.

Berdasar data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), 1.113 hektar lahan digarap. Kebiasaan petani menyambut hujan pada musim tanam pertama tahun ini tersebar di Kapanewon Panggang, Purwosari, dan Kapanewon Rongkop.

”Sebagian petani menyiapkan lahan tanam. Sebagian lainnya telah menebar benih tanaman,” kata Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto Minggu (11/10).

Dia menjelaskan, berdasar perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan di kabupaten berjuluk Handayani tersebut mulai turun bulan ini atau awal November 2020.

”Selain padi ada juga menanam jagung, luasan lahannya mencapai 524 hektar. Penanaman tersebar di lahan wilayah Kapanewon Rongkop dan Nglipar,” ujarnya.

Adapun sebagai persiapan musim tanam 2020-2021 telah dilaksanakan olah lahan di Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan traktor roda dua seluas 21.367 hektar, dan traktor roda empat seluas 233 hektar. Sedangkan olah lahan secara manual mencapai 4.578 hektar.

“Sementara akumulasi total lahan telah diolah mencapai 26.183 hektare,” ungkapnya.

Mengenai pupuk, kata dia, petani tidak perlu khawatir karena stok pupuk bersubsidi masih aman. Penyaluran masih dibawah 60 persen. Jenis ZA tersalurkan 68 persen, tapi untuk pupuk bersubsidi lain, angkanya masih dibawah 60 persen.

Penyaluran urea dari kuota 13.415 ton baru terserap sekitar 5.488 ton atau tersalurkan sebanyak 38 persen. Pupuk jenis NPK, dari kuota 5.763 ton, terserap sebanyak 3.188,12 ton atau tersalurkan seanyak 54 persen.

”Penebusan bersubsidi menggunakan kartu tanu. Mulai digunakan sejak akhir September lalu,” ungkapnya.

Menurut dia, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG DIJ diperkirakan minggu ketiga Oktober sudah memasuki musim hujan. Guna memaksimalkan hasil produktivitas pertain, selain ketersediaan pupuk bersubsidi, dinas pertanian dan pangan juga memberikan bantuan benih. Benih padi inbrida 100 ton, jagung hibrida 30 ton dan padi gogo 125 ton.

Salah seorang agen pupuk bersubsidi di Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus, Heri Purwanto berharap stok pupuk subsidi selalu aman sehingga tidak ada kelangkaan.

“Para petani saat ini sudah mulai mempersiapkan lahan,” kata Heri Purwanto. (gun/bah)

Gunungkidul