RADAR JOGJA – Kegiatan transmigrasi tahunan yang keran dilakukan gagal dilaksanakan pada tahun ini. Rencana bedol deso gagal terselenggara dikarenakan adanya refocusing anggaran.

Kepala Bidang Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan,  pembatalan pemberangkatan keluarga transmigran menindaklanjuti surat edaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. ”Harusnya berangkat di akhir tahun ini. Tapi berhubung tidak ada program, maka batal diberangkatkan,” jelas Wahid Senin (5/10).

Dia menjelaskan,  ada 15 keluarga batal berangkat transmigrasi. Refocusing anggaran sebagai dampak Covid-19. Akibat dari penyebaran wabah ada pemindahan program anggaran. ”Alokasi dana transmigrasi dialihkan untuk penanggulangan korona,” ujarnya.

Menurutnya, antusias warga Gunungkidul ikut transmigrasi cukup baik. Dari jumlah kuota 15 keluarga, ada 48 keluarga yang mendaftar. Sehingga harus dilakukan seleksi. Sebagai gambaran,  dana pesangon transmigran sebesar Rp 5 juta.

“Sebelum pemberangkatan ada pelatihan dan pemberian bantuan alat pendukung pengelolaan pertanian di lokasi transmigrasi,” ujarnya.

Selain itu, di lokasi para transmigran juga mendapatkan tempat tinggal lengkap dengan biaya untuk hidup. Untuk lahan diberikan seluas dua hektar. Satu hektare diberikan di tahun pertama dan sisanya diberikan di tahun kedua tinggal di lokasi transmigran. “Karena ada batasan kuota, yang tidak masuk seleksi menjadi prioritas pemberangkatan di tahun berikutnya. Daerah tujuan paling banyak ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya mengungkapkan, pandemi korona tidak hanya berpengaruh terhadap program transmigrasi, namun juga dunia ketenagakerjaan. ”Di awal  pandemi banyak tenaga kerja di rumahkan, tapi untuk sekarang sudah mulai dipekerjakan kembali,” kata Purnamajaya. (gun/bah)

Gunungkidul