RADAR JOGJA – Keseriusan investor menamankan modal di Gunungkidul dipertanyakan. Terutama pemilik modal dengan nilai investasi gemuk dari sektor dunia pariwisata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan,  investor yang sedang ditunggu keseriusannya adalah realisasikan pembangunan Taman Safari Panggang. ”Hingga sekarang prosesnya masih sebatas pengurusan izin guna mendukung pembangunan taman,” kata Irawan saat dihubungi Selasa (29/9).

Pihaknya memastikan, telah memberikan kemudahan kepada investor. Salah satunya rekomendasi tata ruang. Selanjutnya izin lokasi hingga kebutuhan analisis pengendalian dampak lingkungan (Amdal) di sekitar lokasi. ”Kami ingin perizinan pembangunan Taman Safari Panggang  harus dilengkapi sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada investor segera menyelesaikan supaya  pembangunan bisa terealisasikan. Kabar terakhir, kata dia, pihak investor sedang mengurus pertimbangan teknis ke BPN (badan Pertanahan Nasional). ”Untuk penyelesaian izin kami tunggu dan akan memfasilitasi sesuai dengan prosedur yang ada,” ucapnya.

Irawan menjelaskan, sesuai dengan perencanaan awal, lokasi pembangunan Taman Safari seluas 50 hektare meliputi lahan di Kalurahan Girisekar dan Girisuko di Kapanewon Panggang. Konsep pembangan  berbeda dengan taman safari lainnya seperti Taman Safari Bogor atau Pasuruan.

“Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, namun memadukan kesenian adat dan budaya. Ada atraksi seni budaya juga,” ungkapnya.

Diakui  pandemi korona berdampak terhadap proses pengurusan. Tidak secepat pada saat sebelum adanya wabah. Diharapkan ke depan, wahana rekreasi keluarga berwawasan lingkungan berorientasi pada habitat satwa di alam bebas itu, Pendapatan Ali Daerah (PAD) wisata dapat terdongkrak.

“Investor masuk mengindikasikan pelayanan terhadap pemilik modal di Gunungkidul berjalan dengan baik. Pertumbuhan investor tidak lepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi, situasi kemanan dan ketertiban serta kearifan lokal masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Petarng) atau Kundha Niti Mandala Sastra Tata Sasana Gunungkidul, Winaryo mengatakan, perizinan tata ruang pembangunan Taman Safari  telah selesai. “Rekomendasi tata ruang diterbitkan akhir April 2020. Tugas kami memfasilitasi hingga rekomendasi tata ruang keluar,” kata Winaryo. (gun/bah)

Gunungkidul