RADAR JOGJA – Keturunan Bupati Gunungkidul pertama dan ke-18 Gunungkidul, Martanty Soenar Dewi turun gunung. Pulang kampung, Martanty tengah berkampanye untuk mendapatkan legitimasi masyarakat.

Martanty merupakan pengusaha lulusan Magister Management Universitas Airlangga. Mengenyam bangku pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kapanewon Ponjong.

Dia disebut-sebut merupakan keturunan dari Bupati Gunungkidul pertama, Mas Tumenggung Pontjodirjo. Satu-satunya calon perempuan dalam pilkada tahun itu juga cucu dari Bupati Gunungkidul ke-18, Prawiro Suwignyo.

“Sejak SD dan SMP saya tinggal di rumah ini bersama eyang,” kata Martanty Soenar Dewi saat menunjukkan bangunan rumah kosong peninggalan Bupati Gunungkidul ke-18, Prawiro Suwignyo di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong akhir pekan lalu.

Selesai menempuh studi SMP pada 1974, dia pindah ke Malang, Jawa Timur. Di mana saat eyangnya ikut berpindah tempat tinggal ke Malang. Kala itu, eyang putri masih wara-wiri (bolak balik Gunungkidul) dan akhirnya tinggal di Malang.

“Ke depan rumah ini akan dipugar untuk mempertahankan bentuk rumah asli,” ungkapnya.

Martanty merasa bersalah karena sejak ditinggal merantau ternyata kondisi bangunan tidak terawat. Padahal dulu sangat asri, dan menjadi tempat ternyaman pada masa tumbuh kembangnya.

Ketua Himpunan Wanita Karya (KWH) Jawa Timur itu kemudian mengungkapkan latar belakang keinginannya untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat kabupaten berjuluk Handayani.

“Kami berharap, kepentingan perempuan sudah terwakili,” ucap satu-satunya tokoh perempuan yang ikut Pilkada serentak 2020 di Gunungkidul.

Sebagai  warga asli Gunungkidul yang sudah lama tinggal di Jawa Timur, dia ingin membantu membangun wilayah ujung timur Provinsi DIJ. Amanah mendampingi Immawan Wahyudi diakui merupakan beban berat, tetapi akan menjadi terasa ringan karena mendapat dukungan dari masyarakat luas.

“Kami juga berterima kasih dengan ibu Badingah, yang telah mendorong saya maju dalam konstetasi Pilkada Gunungkidul. Gunungkidul akan mampu tulang punggung masa depan DIJ,” tegasnya.

Memasuki masa kampanye, jebolan SMPN 1 Ponjong ini berusaha hadir dan menjadi solusi atas sejumlah permasalahan. Waktu lalu menemui kader PKK dan Posyandu disejumlah wilayah kapanewon.

“Bila Allah SWT meridoi, nanti ada keterwakilan perempuan Gunungkidul. Karena yang mengerti apa yang diinginkan kaum perempuan itu, perempuan sendiri,” ucap wanita berdarah Pati, Ponjong.

Menggunakan kendaraan Partai NasDem, bersama dengan calon bupati Immawan Wahyudi bertekat memberikan kemampuan terbaik. Banyak potensi Gunungkidul yang harus digarap demi terwujudnya kesejahteraan bersama. “Bismillah gaas,” tegasnya. (*/gun/bah)

Gunungkidul