RADAR JOGJA – Memasuki hari ketiga masa kampanye belum satupun pasangan calon (paslon) memanfaatkan media daring sebagai ajang sosialisasi. Padahal kampanye menggunakan daring sebagai upaya  meminimalisir penyerabaran Covid-19.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani menyampaikan, selama masa kampanye baik paslon maupun tim sukses sebenarnya bisa memanfaatkan aplikasi seperti zoom, atau google meet untuk menyapa masyarakat. ”Namun sejak 26 September hingga sekarang, belum ada laporan  empat paslon menggunakan daring untuk berkampanye,” kata Ahmadi saat dihubungi Senin  (28/9).

Dia menjelaskan, masa kampanye Pilkada 2020 berlangsung selama 71 hari dan dijadwalkan berakhir pada 5 Desember 2020.  Oleh sebab itu penyelenggara pemilu terus mendorong peserta pilkada menggunakan daring untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Terlebih sesuai PKPU 13/2020, kampanye terbuka dilarang. Meliputi rapat umum, kegiatan kebudayaan (pentas seni, panen raya, konser musik), kegiatan olahraga, perlombaan, kegiatan sosial, hingga acara HUT partai politik (parpol),” ungkapnya.

Menurut dia, metode kampanye tatap muka tetap diperbolehkan dengan sejumlah catatan. Yakni di ruangan atau gedung tertutup dengan jumlah peserta keseluruhan paling banyak 50 orang. Jarak minimal satu meter, mematuhi ketentuan status penanganan Covid-19, penyediaan sarana sanitasi memadai dan wajib menggunakan masker.

“Jika melanggar dijatuhkan sanksi,” tegasnya.

Sanksi, berupa peringatan tertulis dari bawaslu. Jika satu jam setelah diingatkan tidak diindahkan dapat dibubarkan. Tidak hanya itu, sanksi lainnya berupa larangan tidak boleh melaksanakan kampanye selama tiga hari.

Dikatakan, para peserta diperkenankan kampanye menggunakan media sosial (medsos), maksimal masing-masing calon mendaftarkan 20 akun kepada KPU. Seluruh peserta sudah mendaftar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto mengaku terus melakukan pemantauan akstivitas kampanye. Melalui panwascam dalam pemantauan mengedepankan penerapan protokol kesehatan.”Hingga kini, belum ada yang memanfaatkan daring, masih memanfaatkan tatap muka,” kata Tri Asmiyanto.

Untuk diketahui keempat pasangan yang maju pilkada 2020 Gunungkidul adalah Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto (PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS, pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi (NasDem),  Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan pasangan Sunaryanta-Heri Susanto (Golkar dan PKB). (gun/bah)

Gunungkidul