RADAR JOGJA – Tim gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) menggencarkan razia di tempat umum. Dalam tempo empat hari, ratusan orang berurusan dengan petugas karena kedapatan tidak mengenakan masker.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi mengatakan, dasar penegakan disiplin protokol kesehatan Perbup Nomor 68/2020.  Operasi digelar mulai  Selasa lalu (15/9). ”Hingga sekarang tercatat 685 warga terjaring razia karena tidak menggunakan masker saat di luar rumah,” kata Hery Senin (21/9).

Mengingat pandemi virus korona tidak diketahui kapan berakhirnya, upaya efektif pencegahan dengan memantuhi protokol kesehatan hukumnya wajib. Lokasi razia sendiri berpindah-pindah. ”Sejauh ini belum diberlakukan sanksi denda. Pelanggar didata dan diberikan hukuman menyanyikan lagu wajib nasional,” ujarnya.

Baru mulai bulan depan, sanksi diperberat. Hukumannya berupa sanksi sosial membersihkan fasilitas umum. ”Obyek fasilitas umum mana yang dibersihkan, masih dalam kajian,” jelasnya.

Dijelaskan, operasi bagian dari menyadarkan kepada masyarakat agar mau menerapkan kebiasaan baru. Hasil evaluasi lapangan, masyarakat harus mulai terbiasa dengan kebiasaan baru. Tidak sedikit contoh kasus mengenakan masker namun tidak dipakai dengan benar. ”Misalnya mengaitkan masker di dagu,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mendukung upaya penegakan peraturan disiplin protokol kesehatan. Pertimbangannya, pandemi belum berakhir sehingga  protokol kesehatan ditingkatkan. “Ancaman virus masih harus diwaspadai,” kata Heri Nugroho.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, ada tambahan satu kasus Covid-19. Berjenis kelamin perempuan berusia 19 tahun, warga Karangmojo. “Riwayat dalam pelacakan petugas puskesmas,” kata Dewi Irawati.

Secara akumulatif jumlah suspek sebanyak 1.809, total spesimen 5.087, hasil negatif 4636, konformasi positif 224 dan spesimen dalam proses 227. ”Kasus konfirmasi sembuh 196, kasus dalam perawatan 20 dan meninggal dunia delapan orang,” jelasnya. (gun/bhn)

Gunungkidul