RADAR JOGJA – Penyelanggara Pilkada serentak 2020 di Gunungkidul menekan sinyal merah penurunan jumlah partisipasi pemilih. Angka golput diprediksi meningkat. Salah satu pemicunya, pandemi virus korona.

Kekhawatiran KPU di daerah terlihat dari silaunya besaran partisipasi pemilih yang ditarget pusat. KPU RI menarget 77 persen, namun di daerah hanya berani pasang badan 72 persen atau menurun sebanyak 5 persen. Kondisi demikian juga lebih kecil dari partisipasi Pileg 2019 capainnya lebih dari 80 persen.

“Target KPU pusat merupakan target yang disusun sebelum adanya pandemi covid. Target KPU Gunungkidul sekarang lebih realistis untuk dicapai,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi Minggu (20/9).

Pihaknya menyesuaikan kondisi berdasarkan tren dari partisipasi di pilkada di periode-periode sebelumnya. KPU akan maksimal berusaha mencapai target, meski angkanya lebih kecil dari target secara nasional.

“Kami tidak bisa memasang target tinggi untuk partisipasi pemilih di Pilkada 2020, karena faktor pandemi korona juga menjadi dasar penentuan,” ujarnya.

Menurut dia, pandemi korona mengharuskan KPU membuat terobosan dalam upaya mensosialisasikan pilkada ke masyarakat. Jika waktu normal, sosialisasi dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat melalui even seni dan budaya. Itu bisa meningkatkan partisipasi peserta dalam jumlah besar.

“Kini sosialisasi mengundang banyak orang tidak bisa dilakukan karena pandemii korona. Takutnya menjadi pemicu penyebaran virus korona,” ungkapnya.

Lalu skema sosialisasi menekan angka golput bagaimana? Menurut dia, untuk menggerakan warga agar dapat menggunakan hak pilih sudah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya menyebar brosur ke rumah-rumah penduduk.

“Dibagikan kepada 250.000 Kepala Keluarga (KK) dan brosur diserahkan bersamaan dengan undangan mencoblos. Selain itu, kami juga lakukan sosialisasi dengan mengundang tokoh-tokoh masyarakat di tingkat PPS agar membantu dalam upaya menyosisalisasikan pilkada,” ucapnya.

Untuk diketahui, penetapan peserta Pilkada Gunungkidul 2020 tinggal menghitung hari. Pasca penetapan, berlanjut pengambilan nomor urut dan memasuki masa kampanye. Melalui Peraturan KPU Nomor 10/2020, peserta kampanye secara spesifik dibatasi maksimal 100 orang.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, partisipasi dari masyarakat merupakan salah satu kunci kesukesan dalam pilkada. Oleh karenanya, di dalam pesta demokrasi partisipasi dari masyarakat dibutuhkan untuk memilih pemimpin jujur adil, tidak ada kecurangan dan mendapatkan legitimasi kuat dari masyarakat.

“Kalau bukan kita semua yang menciptakan proses politik beretika, berdemokratis, bermartabat dan damai, siapa lagi,” kata Badingah.

Dia juga berharap pelaksanaan pilkada aman damai serta kondusif jangan hanya sebatas simbol. Kepada KPU selaku penyelenggara bupati meminta supaya terus melakukan koordinasi dengan seluruh elemen pendukung dalam pelaksanaan agar pilkada menjadi pesta bagi masyarakat dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban.

“KPU tidak bisa bekerja sendirian. Koordinasi harus terus diperkuat guna terlaksananya pilkada aman damai dan lancar,” tegasnya. (gun/bah)

Gunungkidul